Pikiranmerdeka.com, Denpasar – Acara pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasional Corruption Watch (NCW) Provinsi Bali berlangsung penuh semangat di Denpasar pada Minggu (15/2/2026).
Prosesi khidmat tersebut menandai kebangkitan organisasi sebagai benteng pengawasan korupsi di tingkat daerah, dengan kehadiran langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NCW, Hanifa Sutrisna.
Dalam sambutannya yang inspiratif, Hanif memaparkan perjalanan NCW dari masa kevakuman hingga kembali bangkit sebagai lembaga kontrol sosial.
Ia menegaskan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam setiap gerak organisasi.
“NCW harus berdiri di atas nilai kejujuran. Integritas adalah fondasi utama. Kita juga wajib menjaga marwah NCW Bali agar tetap berjalan di jalur yang benar,” tegasnya, disambut antusiasme para hadirin.
Hanif juga menekankan pentingnya profesionalisme berbasis fakta dalam setiap langkah pengawasan.
“Setiap perkara harus disertai data yang sahih dan bukti yang tangguh. NCW bukan lembaga asumsi, tetapi lembaga yang bekerja berdasarkan fakta,” ujarnya.
Apresiasi khusus turut disampaikan kepada Ketua DPW NCW Bali, Donnox Wong, atas persiapan yang dinilai cepat dan solid.
“Saya mengapresiasi Ketua DPW NCW Bali beserta seluruh jajaran yang sangat sigap. Hal ini mencerminkan komitmen serta keseriusan DPW Bali dalam membangun NCW ke depan,” katanya di tengah tepuk tangan meriah.
Sementara itu, Donnox Wong menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras menyukseskan pengukuhan tersebut.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh rekan DPW NCW Bali yang telah berjuang bersama. Ini hasil kerja kolektif. Ke depan, kami berkomitmen memperkuat sinergi secara profesional dan berintegritas,” ungkapnya.
Momentum ini sekaligus memperkuat gerakan pengawasan di Bali, sejalan dengan aktivitas DPP NCW yang selama ini aktif mendorong pengungkapan dugaan kasus korupsi di tingkat nasional.
DPP NCW menjadi sorotan publik dengan mendesak aparat penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk menindaklanjuti berbagai dugaan korupsi, termasuk yang melibatkan pejabat negara dan oknum di lingkungan BUMN.
DPW NCW Bali juga menyatakan siap mengawal program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat serta menjadi mitra strategis Polri, Kejaksaan, dan KPK-RI dalam mencegah praktik suap maupun pungutan liar.
Semangat pemberantasan korupsi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto disebut menjadi tolak ukur NCW untuk terus bergerak melalui edukasi publik dan kolaborasi dengan institusi hukum di Bali.
Acara ditutup dengan diskusi santai yang mempererat visi bersama menuju masa depan Bali yang bersih dari korupsi. Mengutip pesan Mohammad Hatta,
“Kurang cerdas bisa diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki.”
“Ini babak baru penuh harapan, mari dukung perjuangan mulia kawan-kawan pengurus DPW NCW Bali ini,” tegas! Hanif menutup wawancara dengan awak media. (Amhar Batu AttoZ)