Pikiran merdeka.com, Jakarta 15/4/2026t – Pemerintah terus mendorong pengembangan komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi, salah satunya durian. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan potensi ekspor durian dari Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dapat mencapai lebih dari Rp1 triliun per tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Makarti Muktitama Kementerian Transmigrasi, Rabu (15/4/2026). Ia menjelaskan, tingginya permintaan dari pasar internasional, khususnya Tiongkok, menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor durian.
Dalam kurun waktu tiga bulan, Januari hingga Maret, ekspor durian dari Parigi Moutong bisa mencapai Rp400 miliar. Artinya, dalam satu tahun nilainya berpotensi menembus lebih dari Rp1 triliun,” ujar AHY.
Menurutnya, kawasan transmigrasi kini tidak hanya berfungsi sebagai wilayah pemukiman, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis komoditas unggulan.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan pihaknya akan segera melakukan kunjungan ke Parigi Moutong untuk meninjau langsung proses ekspor durian dalam skala besar.
Kami akan melihat langsung ekspor puluhan ribu ton durian. Nilainya diperkirakan mencapai Rp42 miliar dalam waktu dekat, dengan target total ekspor Rp1 triliun pada 2026,” kata Iftitah.
Ia menambahkan, kawasan Parigi Moutong merupakan salah satu sentra durian terbesar, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Pemerintah saat ini fokus melakukan pemetaan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi agar dapat dikembangkan secara optimal.
Dalam upaya memperluas pasar, Iftitah juga telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama perdagangan, khususnya ekspor durian Indonesia ke pasar Negeri Tirai Bambu.
Kerja sama ekspor akan dimulai dari durian beku, sebelum kemudian dikembangkan ke ekspor durian segar yang memiliki permintaan lebih tinggi di pasar Tiongkok.
Berdasarkan data Kementerian Transmigrasi, permintaan durian di Tiongkok mencapai sekitar Rp120 triliun per tahun. Angka tersebut dinilai sebagai peluang besar bagi pelaku usaha durian nasional, terutama yang berada di kawasan transmigrasi.
Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah memetakan kawasan transmigrasi Bahari Tomini Raya sebagai pusat pengembangan komoditas durian. Wilayah ini tercatat memiliki produksi durian mencapai 903,9 ton per tahun.
Pemerintah berharap, penguatan sektor ekspor durian dari kawasan transmigrasi tidak hanya meningkatkan devisa negara, tetapi juga mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.