Ket Gambar: Presiden Prabowo Sidang Tahunan MPR-RI, DPR, DPD, 14/8/2026 (Foto: Antara)
Oleh: Sulaiman Haikal – Ketua PIJAR 98.
Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka tidak berhenti pada terbebasnya bangsa kita dari penjajahan. Kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, di atas piring rakyat, di ruang kelas, di fasilitas kesehatan, di tempat kerja, di rumah-rumah, hingga di desa-desa pelosok tanah air.
Karena itu, ukuran kemerdekaan bukan hanya seberapa meriah Merah Putih dikibarkan dan dirayakan setiap 17 Agustus, tetapi seberapa jauh rakyat merasakan kehadiran dan manfaat negara.
Semangat dan cita-cita tulus Presiden Prabowo mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera dan bermartabat dijalankan secara sinergi dan sungguh-sungguh bersama seluruh elemen Pemerintahan.
Capaian tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI, 14 Agustus 2026, menjadi bukti wujud kemerdekaan yang penting untuk dicermati.
21 Bulan Menuju Manfaat
Pemerintahan Prabowo telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan.
Di tingkat desa, 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih telah beroperasi, sementara 100 Kampung Nelayan Merah Putih telah dibangun.
Dukungan kepada pelaku usaha kecil juga diperkuat. Bunga PNM Mekaar (PT Permodalan Nasional Madani – Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) turun dari 25% menjadi 8%, sementara berbagai kebijakan diarahkan untuk memperkuat daya tawar ekonomi rakyat.
Di sektor sumber daya alam, sekitar 1.000 tambang timah ilegal telah ditutup, sementara keuntungan PT Timah disebut meningkat sembilan kali lipat.
Membangun Generasi
Sepanjang 2025–2026, pemerintah telah memperbaiki 87.911 sekolah. Dalam catatan capaian 21 bulan, angka renovasi sekolah disebut 30.000 sekolah. Kedua angka tersebut berasal dari penyampaian capaian dengan cakupan atau periode yang berbeda.
Hingga akhir 2026, setiap sekolah ditargetkan memiliki tiga layar pintar.
Pemerintah juga membangun 182 Sekolah Rakyat untuk anak-anak keluarga kurang mampu, 4 SMA Unggul Garuda Baru, serta 42 Sekolah Unggul Garuda Transformasi.
Program Beasiswa Garuda pada 2026 diberikan kepada 515 mahasiswa unggulan.
Sementara itu, 43.000 anak jalanan telah kembali bersekolah.
Kesehatan untuk Rakyat
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) disebut telah menjangkau 59,5 juta orang hingga akhir Juni 2026, dengan 10.255 puskesmas di 38 provinsi siap melaksanakannya.
Dalam capaian 21 bulan, jumlah warga yang mengikuti CKG disebut mencapai 108 juta orang. Angka ini merupakan capaian yang disampaikan dalam materi berbeda dan perlu dibaca sesuai periode pelaporannya.
Pemerintah juga meningkatkan kualitas 66 RSUD di daerah tertinggal, dengan 20 di antaranya telah beroperasi.
Iuran BPJS bagi 98,6 juta masyarakat miskin ditanggung pemerintah.
Dalam 21 bulan terakhir juga dibuka 9 fakultas kedokteran baru.
Perumahan
Melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sebanyak 83.907 unit rumah telah direnovasi.
Melalui FLPP, pembiayaan pembelian 91.531 rumah terjangkau telah diberikan.
Dalam catatan capaian 21 bulan, renovasi rumah disebut mencapai sekitar 84.000 unit.
Digitalisasi penyaluran bantuan sosial ditargetkan menjangkau 49 juta keluarga, agar bantuan semakin tepat sasaran dan transparan.
Infrastruktur dan Akses Rakyat
Sebanyak 2.228 kilometer jalan desa telah dibangun, disertai 3.500 jembatan dan 3.400 titik air bor.
Infrastruktur bukan semata beton dan aspal. Di baliknya ada mobilitas masyarakat, distribusi barang, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesempatan ekonomi.
Pekerja dan Ojek Online
Program Magang Nasional telah diikuti 250.000 orang, membuka kesempatan bagi generasi muda memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja.
Untuk pengemudi ojek online, potongan aplikator yang sebelumnya maksimal 20% disebut turun menjadi 8% dalam salah satu capaian kebijakan. Catatan lainnya menyebut potongan maksimal turun menjadi 3% dan berlaku sejak 1 Juli 2026.
Substansinya jelas, beban potongan pengemudi diarahkan turun sehingga pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat meningkat.
Kebutuhan Pokok
Kerja pemerintah juga menyentuh kebutuhan sehari-hari rakyat.
Sembako: stabilisasi harga dan pasokan, penguatan cadangan pangan nasional, serta distribusi hingga pelosok.
BBM: pasokan aman dan merata, harga lebih terjangkau, serta subsidi yang semakin tepat sasaran.
Beasiswa: memperluas kesempatan pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Sarana pendidikan: renovasi dan pembangunan sekolah serta peningkatan fasilitas belajar.
Kesehatan: layanan lebih dekat dan terjangkau serta peningkatan fasilitas dan alat kesehatan.
MBG: pembenahan tata kelola, peningkatan kualitas menu bergizi, serta pengawasan yang lebih ketat dan transparan.
Tanah, Perumahan, dan Kepastian Hukum
Pemerintah juga mendorong jutaan sertifikasi tanah gratis bagi masyarakat melalui percepatan sertifikasi, sehingga kepemilikan tanah memperoleh kepastian hukum dan hak rakyat lebih terlindungi.
Di bidang perumahan, program rumah layak huni dan terjangkau diarahkan untuk menciptakan kawasan hunian yang lebih tertata sekaligus mendorong ekonomi rakyat.
Korupsi, Kekayaan Negara
Pemberantasan korupsi menjadi bagian penting dari agenda kesejahteraan.
Penindakan harus dilakukan tegas dan tanpa pandang bulu, sementara aset hasil korupsi perlu disita dan dikembalikan untuk kepentingan negara.
Sebab, setiap rupiah yang bocor karena korupsi pada hakikatnya berpotensi mengurangi hak rakyat atas pembangunan.
Wajah Pembangunan
Delapan kelompok masyarakat ditampilkan (Sidang MPR, DPR) sebagai tamu istimewa yang merepresentasikan hasil kerja pemerintah:
- Petani — penerima manfaat swasembada pangan.
- Pengelola koperasi — Koperasi Desa Merah Putih.
- Peserta CKG — penerima manfaat layanan kesehatan gratis.
- Siswa — peserta Sekolah Rakyat.
- Anak jalanan — anak yang kembali bersekolah.
- Peserta magang — penerima manfaat Magang Nasional.
- Penerima bantuan — penerima renovasi rumah dan pembangunan infrastruktur.
- Nelayan — penerima manfaat Kampung Nelayan Merah Putih.
Pembangunan adalah tentang manusia yang kehidupannya berubah.
Kemerdekaan Rakyat
Presiden Prabowo menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan rangsangan untuk bekerja lebih keras.
“Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat.”
Presiden juga menegaskan:
“Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia.”
Pesan tersebut penting. Sebab 21 bulan pemerintahan bukan akhir perjalanan. Masih ada kemiskinan, ketimpangan, korupsi, persoalan pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, daya beli, serta ketidakmerataan pembangunan yang harus diselesaikan.
Karena itu, capaian harus menjadi modal untuk bekerja lebih keras, bukan alasan untuk berhenti mengevaluasi.
Menuju Kesejahteraan
Delapan puluh satu tahun lalu, para pendiri bangsa merebut kemerdekaan.
Kini tugas generasi penerus adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.
Kerja pemerintah bukan hanya angka dan laporan, namun harus terlihat dan dirasakan langsung oleh rakyat, pangan yang cukup, pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang terjangkau, serta rumah yang layak.
Kerja juga harus membuka pekerjaan yang bermartabat, membuat desa terus berkembang, dan memastikan petani serta nelayan hidup lebih sejahtera. Anak-anak muda harus memiliki masa depan, sementara sumber daya alam dikelola agar manfaatnya kembali sebesar-besarnya untuk rakyat.
Negara harus hadir dengan tegas, bukan hanya mengatur, tetapi melindungi kepentingan masyarakat dan memastikan pembangunan benar-benar bermuara pada kesejahteraan rakyat.
Kemerdekaan adalah ketika rakyat benar-benar merasakan negara hadir dalam kehidupannya.