Pikiran merdeka.com,Jakarta 4/2/2026 – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung periode 2025–2030, Purnama Wulan Sari Mirza, SE., MM., terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengrajin lokal Lampung agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Dekranasda Provinsi Lampung pada pameran kerajinan tangan bergengsi INACRAFT 2026 yang resmi dibuka oleh Ibu Selvi Gibran, selaku Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) periode 2024–2029, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2026).
Dalam sambutannya, Selvi Gibran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta pelaku usaha untuk mengembangkan kerajinan lokal dan mendorong UMKM Indonesia agar memiliki daya saing global. Kehadiran Selvi Gibran sekaligus menegaskan komitmen Dekranas dalam mengoptimalkan potensi kerajinan daerah sebagai kekuatan ekonomi nasional.
Pada ajang INACRAFT 2026, Dekranasda Provinsi Lampung menghadirkan delapan kabupaten/kota yang menampilkan beragam wastra dan kerajinan tangan khas Lampung. Berbagai produk unggulan dengan desain cantik, menarik, dan unik dipamerkan, mencerminkan kekayaan budaya serta kreativitas para pengrajin daerah.
Salah satu produk yang menjadi perhatian pengunjung adalah sulam usus Lampung, yang ditampilkan dengan perpaduan warna-warna cerah dan elegan. Produk ini menunjukkan inovasi pengrajin Lampung dalam mengemas warisan budaya agar tetap relevan dengan selera pasar modern.
Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, yang hadir didampingi Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Provinsi Lampung, Evi, menyampaikan bahwa partisipasi Lampung di INACRAFT 2026 memiliki target strategis, yakni memperluas pemasaran produk UMKM ke pasar nasional dan internasional.
Produk UMKM Lampung saat ini sudah mampu menembus pasar nasional bahkan ekspor. Contohnya produk busana muslim yang telah dipasarkan ke luar negeri, seperti Arab Saudi dan Dubai,” ujar Purnama Wulan Sari Mirza.
Selain promosi produk, Dekranasda Provinsi Lampung juga aktif mendorong pengembangan UMKM melalui digitalisasi usaha, peningkatan kualitas produk, serta penguatan branding agar mampu bersaing di pasar global.
Dalam mendukung pelestarian budaya lokal, Ny. Purnama Wulan Sari Mirza juga menegaskan kebijakan penggunaan batik khas Lampung bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Kamis. Program yang dikenal sebagai “Kamis Beradat” ini tidak hanya mewajibkan ASN mengenakan batik Lampung, tetapi juga mendorong penggunaan bahasa daerah sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Provinsi Lampung, Evi, menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaku UMKM, termasuk dalam pengembangan produk halal. Menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya terbatas pada produk makanan dan kuliner, tetapi juga mencakup produk fesyen dan kerajinan lainnya.
Produk halal menjadi nilai tambah bagi UMKM Lampung agar dapat diterima di pasar nasional dan internasional. Ini bagian dari dukungan berkelanjutan pemerintah provinsi terhadap pelaku usaha,” jelas Evi.
Melalui keikutsertaan di INACRAFT 2026, Dekranasda Provinsi Lampung berharap masyarakat luas dapat memberikan dukungan nyata kepada pelaku UMKM dengan mencintai dan membeli produk lokal.
Mari kita dukung para pelaku UMKM dengan berbelanja di stan Provinsi Lampung. Kita harus bangga menggunakan produk Indonesia,” tutup Ny. Purnama Wulan Sari Mirza.