Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) sebagai organissi Pemuda Islam di Indonesia berharap dengan adanya peristiwa bencana yang terjadi di Sumbar, Sumut dan Aceh dan sejumlah wilayah di Indonesia sebagai evaluasi dan renungan bagi anak bangsa
Harus di evaluasi dan di evaluasi kembali, apakah pengelolaan bumi Indonesia sudah sesuai dengan aturan, tidak ada yang serakah menghalalkan segala cara tanpa melihat dan peduli lingkungan, sehingga peristiwa bencana akibat banjir, longsor seperti di Sumatera tidak terjadi lagi kedepan.
“Pemerintah harus evaluasi, bagaimana pengelolaan hutan, tambang yang tidak merusak kawasan hutan yang semestinya,” ujar Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Masri Ikoni dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/12/2025).
Lanjut Ketum GPII, pengusaha juga jangan berusaha untuk keuntungan sendiri tapi polanya harus lebih membangun bangsa ini agar lebih baik bukan sebaliknya malah merusak ekosistem dan merugikan.
Dalam keterangan tersebut, Masri Ikoni juga menyampaikan, bahwa ditengah bencana Sumatera, saat ini kita memasuki malam pergantian tahun, dimana-mana sering ada pesta-pesta, eforia yang berlebihan bahkan mabuk-mabukan.
“Kami sangat prihatin ketika malam tahun baru ditengah bencana masih ada yang merayakannya dengan pesta narkoba, pesta kembang api yang menghabiskan uang sia-sia tidak bermanfaat dan hanya kesenangan sesaat,” ungkapnya.
Maka ditengah situasi bencana sumatera, kami GPII menyarankan kepada Pemerintah Pusat dan Daerah lebih baik malam tahun baru dilaksanakan sederhana, buat donasi bencana, berdoa untuk para korban bencana Sumatera (Aceh, Sumut dan Sumbar).
“Itu jauh lebih bermanfaat nilainya dan sebagai bentuk rasa empati kepada para korban, paling tidak sodara-sodara kita disumatera merasa terhibur dan lebih kuat dalam menghadapi cobaan,” katanya.
Ketum GPII juga mengungkapkan, tiap perayaan Natal, kadang juga muncul isu Intoleransi. Terkait Natal, GPII juga berharap jika ada sodara kita Non muslim ibadah dilokasi belum memiliki perijinan, masyarakat muslim tidak perlu bertindak dan cukup laporkan ke aparat saja, ke FKUB juga bisa biar mereka yang menyelesaikan.
“Sehingga umat muslim tidak dianggap intoleransi. Akhir kata, GPII mengucapkan selamat tahun baru 2026,” tutup Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Masri Ikoni. (Amhar)