Pikiranmerdeka.com – Jakarta – Sekretaris Jenderal Aliansi Federasi Perjuangan Indonesia (AFPI), Ustadz H. Fajar Sidik, S.I.Pol., menyampaikan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga semangat bela negara, persatuan, dan kebhinekaan bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Milad ke-5 AFPI yang digelar di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Sabtu, 20 Desember 2025.
Peringatan lima tahun berdirinya AFPI tersebut dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial untuk negeri dalam rangka semarak Hari Bela Negara. Kegiatan ini mengusung tema “Dalam rangka bakti peduli semarak Hari Bela Negara, merajut kebhinekaan, menjaga persatuan dan kesatuan.”
Dalam sambutannya, Ustadz H. Fajar Sidik mengatakan bahwa usia lima tahun merupakan fase konsolidasi bagi AFPI untuk memperkuat jati diri sebagai organisasi perjuangan yang hadir di tengah masyarakat.
“AFPI harus terus berkontribusi secara nyata, tidak hanya melalui kegiatan internal organisasi, tetapi juga lewat aksi sosial dan penguatan nilai kebangsaan,” ujarnya.
Dia tambahkan, AFPI lahir dari semangat pengabdian. Momentum Milad ke-5 ini harus menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat persatuan bangsa.
Ustadz H. Fajar Sidik juga menyampaikan, bahwa tema bakti sosial dan bela negara yang diangkat pada Milad kali ini merupakan refleksi dari komitmen AFPI terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Bela negara tidak selalu dimaknai secara fisik, tetapi juga melalui kerja sosial, penguatan solidaritas, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman,” terangnya.
Sebagai Sekretaris Jenderal AFPI, Ustadz H. Fajar Sidik juga menekankan pentingnya soliditas internal organisasi.
Ia mengapresiasi peran Dewan Pendiri, Dewan Pembina, Dewan Pertimbangan, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, serta seluruh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Nasional AFPI yang telah menjalankan amanah organisasi selama ini.
Dalam kesempatan tersebut, Ia memimpin langsung sesi perkenalan jajaran pengurus DPN AFPI dari berbagai bidang. Para pengurus diperkenalkan kepada tamu undangan sebagai bagian dari konsolidasi organisasi dan penguatan tanggung jawab struktural.
Ustadz H. Fajar Sidik menyampaikan bahwa besarnya struktur kepengurusan DPN AFPI merupakan kekuatan yang harus dikelola dengan kerja kolaboratif.
“Setiap bidang, mulai dari sosial, politik, budaya, pendidikan, advokasi dan hukum, penggalangan dana, pengamanan dan pengawasan, hubungan luar negeri, humas dan komunikasi, kaderisasi, UMKM, hingga lintas agama, diharapkan mampu bergerak aktif sesuai dengan tugas dan fungsinya,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti peran badan-badan otonom AFPI yang selama ini dinilai konsisten menghidupkan kegiatan organisasi melalui pendekatan seni, budaya, dan kegiatan kemasyarakatan.
Menurutnya, pendekatan kultural menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Lebih lanjut, Ustadz H. Fajar Sidik mendorong kader-kader AFPI agar berani mengambil peran lebih luas di ruang publik.
Ia berharap AFPI dapat melahirkan kader yang siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa, baik melalui kegiatan sosial maupun jalur kebijakan publik, dengan tetap menjunjung nilai etika dan kepentingan rakyat.
“AFPI harus menjadi organisasi yang solutif dan responsif terhadap persoalan masyarakat. Kader-kadernya diharapkan mampu hadir membawa nilai perjuangan dan keberpihakan kepada kepentingan bangsa,” pintanya.
Peringatan Milad ke-5 AFPI ini ditutup dengan sesi perkenalan resmi pengurus DPN AFPI di hadapan tamu undangan.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, menandai komitmen AFPI untuk terus berkontribusi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Ahr)