Ketegangan Israel-Iran Memicu Lonjakan Harga Minyak, Berikut Harga per Barel

Jun 16, 2025

Harga minyak dunia melonjak tajam di awal pekan ini, dipicu oleh meningkatnya konflik antara Israel dan Iran. Ketegangan yang terus memanas selama akhir pekan menimbulkan kekhawatiran serius akan terganggunya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah wilayah kunci penghasil minyak dunia.

Minyak Brent sempat melesat hingga 5,5% sebelum memangkas sebagian kenaikannya dan stabil di atas US\$76 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) mendekati US\$75 per barel. Lonjakan ini terjadi setelah Israel meluncurkan serangan ke ladang gas raksasa South Pars milik Iran, menyusul serangan sebelumnya ke fasilitas nuklir dan tokoh militer senior Iran.

Akibat serangan ini, beberapa platform produksi energi Iran ditutup. Dampaknya langsung terasa di pasar: harga minyak sempat naik lebih dari 13% pada hari Jumat, sebelum perlahan turun kembali. Para investor pun mulai memburu aset-aset aman seperti emas sebagai bentuk perlindungan dari ketidakpastian geopolitik.

Situasi makin memanas setelah Iran membatalkan pertemuan pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat yang sedianya digelar di Oman pada hari Minggu. Pembatalan ini merupakan reaksi langsung terhadap serangan Israel yang terus berlanjut.

Yang paling mengkhawatirkan dari seluruh perkembangan ini adalah potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur sempit strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia setiap harinya. Jika Iran benar-benar mencoba menutup atau menghambat jalur ini, harga minyak global berpotensi melonjak lebih tinggi lagi.

Indikator pasar menunjukkan sinyal kepanikan yang nyata. Selisih harga antara dua kontrak Desember terdekat untuk jenis minyak utama yang menjadi ukuran keseimbangan pasokan dan permintaan jangka panjang melonjak menjadi US\$3,48 per barel dari sebelumnya US\$2,19.

Pasar opsi juga menunjukkan tekanan yang tinggi. Volatilitas meningkat, volume transaksi melonjak, dan kecenderungan pelaku pasar terus mengarah ke tren kenaikan harga (bullish).

Harga terkini per pukul 6.30 pagi waktu Singapura:

  • Minyak Brent untuk pengiriman Agustus naik 2,8% menjadi US\$76,29 per barel. Sebelumnya, Brent sempat ditutup 7% lebih tinggi pada Jumat.
  • WTI untuk pengiriman Juli melesat 2,7% menjadi US\$74,95 per barel.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa konflik geopolitik di kawasan penghasil energi utama dunia memiliki dampak langsung pada kestabilan ekonomi global, dan sangat berpotensi memicu gejolak di sektor keuangan serta energi secara luas.

(Amh/PM)