Luncurkan Talk Series, JalaStoria Bahas Kekerasan Berbasis Gender di Relasi Personal

Feb 28, 2026

Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Perkumpulan JalaStoria Indonesia resmi meluncurkan program dialog daring bertajuk Talk Series sebagai upaya memperkuat pemahaman publik mengenai berbagai persoalan yang dihadapi korban kekerasan berbasis gender.

Program tersebut dibuka melalui webinar perdana yang mengangkat tema “Mengenali Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan di Ranah Pribadi: Kenali Tanda Toxic Relationship,” pada Sabtu (28/2/2026).

Direktur Eksekutif JalaStoria, Ninik Rahayu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan moderator yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah Ramadan kepada masyarakat yang menjalankannya.

“Semoga ibadah puasa tahun ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Momentum Ramadan juga menjadi saat yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian dan perlindungan terhadap sesama,” ujarnya.

Ninik menjelaskan, sejak berdiri pada 2018, JalaStoria secara konsisten memberikan perhatian pada berbagai isu krusial, khususnya kekerasan berbasis gender dan kekerasan seksual.

Menurutnya, korban dari kasus-kasus tersebut umumnya adalah perempuan, anak-anak, serta kelompok rentan.

“Selain itu, organisasi ini juga memiliki fokus pada isu keberagaman, penanganan konflik sosial, serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” terangnya.

Melalui Talk Series, JalaStoria berupaya membuka ruang dialog yang lebih luas dan mudah diakses masyarakat.

Program tersebut direncanakan berlangsung secara rutin setiap hari Sabtu dengan berbagai topik yang relevan.

Pada sesi perdana, pembahasan berfokus pada kekerasan yang terjadi dalam relasi personal, seperti pertemanan, persahabatan, hingga hubungan pacaran.

Dalam sesi perdana ini, Ninik menyoroti bahwa relasi yang seharusnya dilandasi kasih sayang kerap berubah menjadi ruang terjadinya kekerasan.

“Fenomena kekerasan dalam hubungan personal masih sering terjadi, termasuk di kalangan mahasiswa dan anak muda. Relasi yang disebut sebagai bentuk cinta justru berujung pada kekerasan fisik maupun psikis,” katanya.

Ia menambahkan, penting untuk menggali akar persoalan dari fenomena tersebut, sekaligus membahas langkah mitigasi, penanganan, dan pencegahan agar kekerasan tidak terus berulang.

Melalui rangkaian diskusi ini, JalaStoria berharap dapat meningkatkan kesadaran publik serta mendorong terciptanya relasi yang sehat, setara, dan bebas dari kekerasan.

Acara pembuka Talk Series turut menghadirkan Direktur ILRC, Siti Aminah T., dengan moderator Lintang Ratri Rahaju.

Program ini disiarkan melalui platform Zoom dan kanal YouTube JalaStoria Indonesia serta terbuka untuk masyarakat umum. (Amhar)