Wabendum Wahdah Islamiyah Ismed Daulay Dukung Sikap Tegas Pemerintah Hentikan Genosida di Palestina

Apr 17, 2026

Pikiran merdeka.com, Jakarta 15/4/2026 – Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Wahdah Islamiyah, Ismed Daulay, menyatakan dukungannya terhadap program dan seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI), khususnya terkait dorongan kepada pemerintah agar mengambil langkah konkret menghentikan dugaan genosida di Palestina yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ismed usai menghadiri acara Halal Bihalal MUI yang dihadiri berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam. Dalam kegiatan itu, MUI bersama 10 ormas Islam pendiri mengeluarkan 

Taujihat” bertajuk Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia.

Wahdah Islamiyah mendukung penuh poin-poin Taujihat MUI, khususnya amanah kepada pemerintah agar mengambil sikap tegas terhadap penjajahan, termasuk mendorong Israel dan Amerika Serikat untuk menghentikan genosida di Palestina,” ujar Ismed kepada wartawan.

10 Poin Taujihat MUI

Dalam forum tersebut, sebanyak 10 perwakilan ormas Islam membacakan poin-poin Taujihat. Di antaranya perwakilan dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, PERTI, GUPPI, DMI, hingga Syarikat Islam.

Beberapa tokoh yang membacakan Taujihat antara lain Prof KH Nizar Ali, KH Sahad Ibrahim, Buya Syarfi, hingga Hamdan Zoelva. Acara tersebut juga dipandu oleh Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan bersama pimpinan MUI lainnya.

Isi Taujihat menekankan pentingnya tanggung jawab kemanusiaan (mas’uliyah insaniyah) dalam menegakkan keadilan dan menolak segala bentuk kezaliman, termasuk peperangan dan agresi militer.

Selain itu, MUI juga menegaskan pentingnya persatuan umat (ukhuwah) baik dalam konteks kemanusiaan maupun kebangsaan, guna mewujudkan perdamaian dunia serta keadilan global.

Sorotan terhadap Konflik Global

Dalam poin lainnya, MUI menyoroti kondisi dunia yang dinilai diwarnai ketidakpastian akibat tindakan kesewenang-wenangan sejumlah negara terhadap negara lain.

MUI juga mengutuk keras agresi militer yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di sejumlah wilayah seperti Palestina, Iran, dan Lebanon, yang telah menimbulkan banyak korban sipil serta kerusakan fasilitas umum.

Organisasi tersebut turut mendorong peran aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menegakkan hukum internasional, termasuk melalui pengadilan seperti ICJ dan ICC terhadap pelaku kejahatan perang.

Dorongan Kemerdekaan Palestina

Dalam Taujihat, MUI menegaskan bahwa Palestina memiliki hak historis dan konstitusional untuk merdeka, merujuk pada semangat Konferensi Asia Afrika 1955 yang menolak segala bentuk penjajahan.

MUI menyerukan kepada seluruh negara di dunia untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina serta mendesak reformasi di tubuh PBB, termasuk penghapusan hak veto Dewan Keamanan yang dinilai tidak adil.

Harapan untuk Pemerintah Indonesia

Pada poin terakhir, MUI meminta pemerintah Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dalam memperjuangkan perdamaian dunia dan penghapusan penjajahan, khususnya di Palestina.

Selain itu, pemerintah juga didorong untuk memperjuangkan keadilan atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.

Perkuat Ukhuwah dan Persatuan Bangsa

Ismed Daulay menambahkan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah antarormas Islam dan seluruh elemen bangsa.

Silaturahmi ini menjadi solusi untuk mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang, sehingga terbangun kebersamaan dalam membangun bangsa,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Wahdah Islamiyah tengah mempersiapkan pelaksanaan Muktamar ke-VI yang dijadwalkan berlangsung pada 11–15 Agustus 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.