Terdengar slogan-slogan perlawanan Rakyat Iran.

Apr 14, 2026

Berkumandang teriakan teriakan rakyat Iran yang melimpah turun aksi ke jalan-jalan dengan pesertanya ratusan perempuan yang membawa anak-anak mereka berjalan menuju target target strategis bom Amerika-Israel, di pembangkit listrik, jembatan, bendungan, kilang minyak.

Mereka para peserta demo (aksi) berdiri tegak (siap) menjadi perisai hidup (human shield) menghadapi ancaman rudal-rudal Amerika yang menarget banyak titik sasaran-sasaran sipil.

Derap langkah mereka penuh keyakinan & keberanian mereka mengulang-ulang kalimat yang bertuah itu… Allahu Akbar.

Maka penulis coba membayangkan, kalau Amerika menyerang Indonesia, berapa jumlah muslim yang juga akan meneriakan: “Allah Pelindung kami, Prabowo Pemimpin kami?… “

Prabowo selaku Presiden RI tentunya haram melarang atau mencegah ketika rakyat yang Ia pimpin melakukan hal hal yang didambakan sejatinya kaum muslim, yakni ingin meraih atau medapatkan hakekatnya kebahagiaan sejati. Yaitu kehidupan yang KEKAL DAN ABADI serta bertaburan nikmat tanpa batas waktu alam setelah kematian.

Hadits shahih riwayat Imam Muslim yang menyatakan bahwa seseorang yang meninggal tanpa pernah berjihad (berperang di jalan Allah) dan tidak pernah meniatkan dirinya untuk berjihad, maka ia mati di atas salah satu cabang kemunafikan.

Berikut adalah detail haditsnya:

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ، وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ، مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak pernah berperang (di jalan Allah), dan tidak pernah berniat dalam hatinya untuk berperang, maka ia mati di atas salah satu cabang kemunafikan.” (HR. Muslim, no. 1910).

Sehingga andai negara negara sekutu yang sebenar-benarnya punya prinsip memusuhi ummat Islam di negara manapun berada, utamanya terhadap bangsa yang mayoritas muslim yang tidak mau tunduk mengikuti sistim sesuai kehendak mereka dengan pola pikir demokrasi, lalu diadopsi dengan istilah islam dengan konsep demokrat atau Islam moderat dengan metode klasik yaitu bayang bayang orientalisme, yang sistim politik ekonominya condong kapitalis liberalisme atau politik imprealisme. Maka pemimpin di NKRI ini siapapun presidennya harus tahu bakal kemana arah umat muslim bangsa ini berkiblat serta apa tekadnya ketika menyambut arena peperangan !

Damai Hari Lubis
Ketua KORLABI