Strategi Komunikasi BAKOM RI, Menkop, Mahasiswa Menuju Kemajuan

Okt 12, 2026

Oleh: Agusto Sulistio — Citizen Journalist

Mahasiswa peserta Indonesia Future Leaders Summit (FLS), forum pengembangan kepemimpinan generasi muda, berdialog dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan dan Menteri Koperasi Fery Juliantono. Pertemuan tersebut membahas transparansi informasi publik, komunikasi pemerintah, dan penguatan ekonomi desa (sumber: laporan ANTARA News, 10 Oktober 2026).

Forum ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendorong kebijakan yang terbuka, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Syahganda menjelaskan bahwa tugas Bakom RI tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga melakukan riset, menyerap aspirasi publik, serta mengoordinasikan komunikasi antarkementerian dan lembaga. Tujuannya agar program strategis dan langkah perbaikan Presiden dapat dipahami masyarakat.

Namun, keberhasilan komunikasi pemerintah tidak cukup diukur dari banyaknya informasi yang disampaikan. Masyarakat membutuhkan data akurat, penjelasan yang mudah dipahami, dan bukti bahwa kebijakan memberikan manfaat nyata.

Dasbor Publik untuk Memperkuat Pengawasan

Nanda dari Universitas Sam Ratulangi menyoroti pentingnya akuntabilitas (kewajiban mempertanggungjawabkan keputusan dan pelaksanaan tugas) serta kemampuan komunikasi pejabat publik. Cahyani dari Universitas Mataram mengusulkan dasbor informasi publik (tampilan digital terpadu untuk memantau data dan perkembangan suatu persoalan) agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan isu nasional secara berkala.

Bakom menyampaikan bahwa dasbor komunikasi pemerintah tengah dirancang, termasuk untuk memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Dasbor tersebut perlu menyajikan informasi terverifikasi mengenai perkembangan penanganan, instansi penanggung jawab, target penyelesaian, dan kendala di lapangan. Riwayat pembaruan serta kanal pengaduan juga penting agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pengawasan.

Keterbukaan informasi berkaitan erat dengan pencegahan korupsi. Data anggaran, pengadaan, penerima manfaat, dan pelaksanaan program yang dapat diakses sesuai ketentuan hukum membantu masyarakat mengawasi penggunaan uang negara.

Niat Presiden RI, Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menekan korupsi perlu didukung mekanisme yang terukur. Bakom dapat mengoordinasikan komunikasi berbasis data dan menyalurkan aspirasi publik, sedangkan kementerian serta lembaga terkait bertanggung jawab atas pelaksanaan program dan tindak lanjut pengaduan sesuai kewenangannya.

Koperasi Desa sebagai Penggerak Ekonomi

Menteri Koperasi Fery Juliantono menjelaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diarahkan untuk menyerap hasil produksi masyarakat, termasuk komoditas pangan, perkebunan, dan hortikultura (budidaya tanaman seperti sayuran dan buah-buahan). Koperasi diharapkan berperan sebagai offtaker (pihak yang membeli atau menyerap hasil produksi) untuk memperkuat posisi petani dan pelaku usaha desa.

Keberhasilan koperasi perlu dinilai dari manfaat ekonomi yang dirasakan anggota, bukan sekadar jumlah koperasi yang terbentuk. Karena itu, koperasi membutuhkan pengelolaan profesional, akses pasar, fasilitas penyimpanan, distribusi efisien, dan pendampingan usaha. Transparansi keuangan serta pengawasan anggota juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Aspirasi Harus Berujung pada Solusi

Khairir Yahya dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai menyoroti kualitas udara di Kalimantan dan dampak kesehatan akibat karhutla. Ia mendorong penyelesaian melalui koordinasi pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat.

Penanganan persoalan tersebut memerlukan pencegahan kebakaran, pemantauan kualitas udara, penegakan aturan, serta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak. Data kasus ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) perlu diverifikasi oleh instansi berwenang agar langkah penanganan sesuai kebutuhan lapangan.

Penutup

FLS 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa dapat menjadi mitra kritis pemerintah melalui gagasan, kepedulian, dan pengawasan konstruktif. Aspirasi mereka perlu ditindaklanjuti dengan target yang jelas, penanggung jawab, serta perkembangan yang dapat dipantau publik.

Harapan rakyat sederhana, pelayanan semakin baik, ekonomi menguat, kesejahteraan meningkat, dan korupsi ditekan secara konsisten.

Kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dirancang, tetapi dari hasil nyata yang dirasakan masyarakat. Dengan komunikasi terbuka, pengawasan kuat, dan kebijakan yang bertanggung jawab, aspirasi rakyat dapat menjadi pijakan menuju pemerintahan yang lebih efektif, bersih, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.

Kalibata, Jaksel, Senin 12 Oktober 2026, 06:18 Wib