“Visi dan Tantangan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) dalam Memperkuat Persatuan Nasional

Okt 12, 2026

Oleh : Akbar Husin, (Analys – Mahasiswa Magister (S2) Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina)

Visi utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) di bawah kepemimpinan Dr. Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI yang baru saja dilantik pada 2 Oktober 2026 menggantikan M. Qodari adalah menjalankan arahan Presiden Prabowo Soebianto untuk menjadikan komunikasi publik sebagai instrumen utama dalam menjaga peradaban dan memperkokoh persatuan nasional.

Secara terperinci, Visi dan tantangan yang dihadapi Bakom RI saat ini meliputi :
Visi dan Strategi Baru Bakom RI, diantaranya :
Pertama, sebagai Alat Persatuan Nasional dengan Mengubah paradigma komunikasi pemerintah selama ini agar supaya bukan hanya sekadar menjadi menjadi corong atau alat penyampaian program-program kerja semata, akan tetapi Bakom RI sekarang ini diharapkan berperan besar sebagai Pemersatu Bangsa.

Kedua, sebagai “Juru Penerangan (Corong)” terhadap Penyampaian pandangan dan Pemikiran-pemikiran Konstitusional Presiden.
Dengan memastikan bahwa pemikiran, gagasan, dan arah kebijakan konstitusional Presiden Prabowo tersampaikan secara utuh, jernih, dan dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Ketiga, Komunikasi Dua Arah dan Dialog yang Intensif.
Dengan Membangun dialog dua arah yang intensif dengan media dan wartawan guna menjembatani pesan pemerintah ke masyarakat sekaligus membawa aspirasi rakyat kembali ke pemerintah.

Keempat,
Sebagai wadah Kolaborasi terutama bagi kalangan Generasi Muda (Milenial dan Gen Z). Bakom RI diharapkan mampu Menggandeng kepemimpinan generasi muda (Milenial dan Gen Z) saat ini dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara optimal dalam strategi komunikasi negara.

Tantangan yang Dihadapi Bakom RI ke depan
Pertama, Distorsi Informasi oleh AI dan Algoritma.
Dimana Kepala Bakom RI yang baru DR. Syahganda Nainggolan sangat menyoroti bahwa pesatnya perkembangan teknologi digital, algoritma media sosial, dan kekuatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menjadi tantangan terbesar karena berpotensi mendistorsi pesan serta pemikiran asli pemerintah saat beredar di ruang digital.

Oleh karenanya sebagai langkah antisipasi, sungguh tepat kiranya jika Bakom RI berencana akan membentuk tim khusus untuk mengawasi dan mempelajari dampak distorsi algoritma ini.

Kedua, Kompetensi dan Latar Belakang Kepemimpinan. Beberapa pengamat komunikasi politik mencatat adanya tantangan dari dalam diri DR. Syahganda Nainggolan (Kepala Bakom RI) sendiri, terkait latar belakangnya sebagai aktivis dan politisi.
Dimana Kepemimpinan Bakom RI yang baru ditantang untuk mampu menempatkan komunikasi publik yang efisien dan objektif di atas pendekatan politik agar kepercayaan publik tetap terjaga serta menghindari distorsi kepentingan politik.

Dus, Tentunya didalam mengeksekusi visi dan menjawab tantangan-tantangan tersebut diatas,
Dr. Syahganda Nainggolan akan bekerja sama dengan Wakil Kepala Bakom RI Fadli Tri Hartono, untuk meneruskan program-program yang sudah berjalan sebelumnya, sekaligus memperkokoh lagi adaptasi terhadap teknologi digital di Indonesia dalam rangka Memperkuat Persatuan Nasional.

Sekian…