NUSAQU Indonesia Dorong Digitalisasi Peternakan Rakyat, Nanang Sugiarto: Siap Bersaing dengan Peternak Besar dan Hewan Impor

Nov 6, 2026

Pikiran merdeka.com. TANGERANG  4-7 November 2026 – NUSAQU Indonesia terus mendorong transformasi peternakan rakyat melalui pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing peternak lokal. Upaya tersebut diperkenalkan dalam ajang INDOGRITECH Expo dan Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP) 2026 yang berlangsung pada 4–7 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Founder/CEO NUSAQU Indonesia, Nanang Sugiarto, menjelaskan bahwa kehadiran NUSAQU dalam pameran tersebut bertujuan memperkenalkan konsep pengembangan peternakan rakyat yang lebih modern, terintegrasi, dan mampu bersaing dengan perusahaan peternakan berskala besar.

Saat ditemui awak media di booth NUSAQU, Nanang mengatakan bahwa NUSAQU memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan peternakan rakyat, terutama peternakan kambing, sapi, serta berbagai jenis hewan lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari sektor peternakan Indonesia.

Menurutnya, kondisi peternakan rakyat di Indonesia masih didominasi pola pengelolaan konvensional. Padahal, potensi peternak lokal sangat besar apabila didukung dengan sistem pengelolaan yang lebih baik, pemanfaatan teknologi, serta akses pasar yang memadai.

Sebenarnya NUSAQU ini menunjukkan bahwa peternakan rakyat juga bisa berkembang dan bersaing. Kita tahu peternakan kita selama ini masih banyak yang dikelola secara konvensional. Karena itu, kami mencoba membantu memperbaiki sistem pengelolaan peternakan sapi, kambing, dan hewan lokal melalui digitalisasi,” jelas Nanang.

Ia menegaskan, digitalisasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kemampuan peternak lokal agar tidak tertinggal dari perusahaan besar maupun produk peternakan impor.

Nanang optimistis peternak rakyat Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing apabila mendapatkan dukungan ekosistem usaha yang tepat. Menurutnya, persaingan bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan ternak berkualitas, tetapi juga bagaimana peternak dapat mengelola produksi, memperoleh informasi, membangun jaringan, dan menjangkau pasar secara lebih luas.

NUSAQU bisa bersaing dengan peternak besar, kita bisa bersaing dengan hewan impor. Memang membutuhkan proses, dan kita harus bersama-sama membangun serta memperkuat peternakan lokal,” ungkapnya.

Ia juga menilai keikutsertaan NUSAQU dalam Nusantara Livestock & Poultry Expo 2026 menjadi kesempatan penting untuk memperlihatkan bahwa peternakan rakyat mempunyai peluang besar untuk berkembang menjadi sektor usaha yang modern dan profesional.

Bangun Ekosistem Peternakan dari Hulu hingga Hilir

Lebih lanjut, Nanang menjelaskan bahwa pengembangan NUSAQU tidak hanya berfokus pada kegiatan beternak, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang saling mendukung dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, peternakan tidak bisa berdiri sendiri. Ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi agar usaha peternakan dapat berjalan dengan baik, mulai dari penyediaan pakan, obat-obatan, kebutuhan operasional, sumber daya manusia, hingga pemasaran hasil ternak.

Dalam kegiatan pameran tersebut, NUSAQU juga memperkenalkan peluang kerja sama dengan berbagai sektor usaha di luar peternakan. Di antaranya melalui keterlibatan pihak perbankan BJB dan Pos Digi sebagai bagian dari pengembangan jaringan serta dukungan bisnis.

Nanang berharap kolaborasi lintas sektor tersebut dapat membuka kesempatan lebih luas bagi peternak rakyat untuk mendapatkan akses terhadap berbagai kebutuhan usaha dan layanan pendukung.

Pada hari kedua ini, kami juga memperkenalkan program bisnis. Jadi, bisnis itu bukan hanya di bidang peternakan, tetapi juga ada sektor lain yang bisa saling mendukung. Kami ingin menunjukkan bahwa NUSAQU sudah membangun ekosistem dari hulu sampai hilir,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan ekosistem tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat peternak. NUSAQU ingin agar para peternak lokal tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan dapat bergabung dalam jaringan usaha yang saling menguatkan.

Atasi Persoalan Pemasaran dan Keterbatasan SDM Peternak Lokal

Nanang juga menyoroti sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi peternak rakyat di Indonesia. Salah satu kendala utama adalah pemasaran hasil ternak yang belum optimal sehingga peternak kerap harus menerima harga jual yang rendah.

Padahal, menurutnya, kemampuan masyarakat peternak dalam memelihara dan mengembangkan ternak lokal tidak perlu diragukan. Namun, kemampuan tersebut belum sepenuhnya didukung oleh akses pasar dan jaringan pemasaran yang kuat.

Selain persoalan harga, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak peternak lokal mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang mampu membantu pengelolaan usaha peternakan secara berkelanjutan.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian peternak kesulitan mengembangkan skala usahanya, meskipun memiliki kemampuan dan pengalaman dalam beternak.

Peternak kita sebenarnya sangat jago dalam beternak hewan. Namun, mereka sering terkendala dalam pemasaran, karena harga jual masih rendah. Sekarang kita juga tahu peternakan lokal mengalami kendala dalam mencari SDM. Ini yang coba dibangun oleh NUSAQU melalui sistem digital agar satu dengan yang lain bisa saling mendukung,” jelas Nanang.

Ia berharap melalui sistem digital yang dikembangkan NUSAQU, para peternak dapat saling terhubung, memperoleh dukungan, serta mempunyai kesempatan lebih besar dalam mengembangkan usaha.

Dengan demikian, digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi menjadi sarana untuk mempertemukan peternak dengan berbagai pihak yang dapat membantu memenuhi kebutuhan usaha mereka.

NUSAQU Kembangkan Layanan Qurban dan Aqiqah Digital

Selain mengembangkan ekosistem peternakan rakyat, NUSAQU juga memperkenalkan layanan berbasis digital melalui program NUSAQU Qurban dan NUSAQU Aqiqah.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya NUSAQU memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan hewan untuk ibadah qurban dan kebutuhan aqiqah.

Melalui layanan tersebut, NUSAQU ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses kebutuhan hewan qurban dan aqiqah melalui sistem yang lebih praktis.

Di sisi lain, pengembangan layanan ini juga diharapkan dapat membuka jalur pemasaran yang lebih luas bagi peternak lokal. Dengan adanya hubungan antara peternak, penyedia ternak, dan konsumen, hasil peternakan rakyat diharapkan memiliki peluang pasar yang semakin baik.

Nanang menilai, penguatan hubungan antara peternak dan pasar merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak.

Ajak Peternak Lokal Bersatu dan Berkolaborasi

Nanang Sugiarto menegaskan bahwa NUSAQU tidak hanya ingin membangun sebuah bisnis peternakan, tetapi juga mendorong terbentuknya kekuatan bersama di antara para peternak lokal.

Menurutnya, peternakan rakyat memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional apabila dikelola secara terintegrasi dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Karena itu, NUSAQU membuka peluang kolaborasi dengan peternak, produsen obat-obatan hewan, penyedia kebutuhan peternakan, lembaga keuangan, serta berbagai mitra usaha lainnya.

Melalui kerja sama tersebut, kebutuhan peternak diharapkan dapat terhubung dengan produsen dan penyedia layanan yang tepat, sehingga persoalan yang selama ini dihadapi peternak dapat diatasi secara bersama-sama.

Ia berharap kehadiran NUSAQU dapat menjadi jembatan yang menghubungkan potensi peternakan rakyat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar modern.

Kami ingin masyarakat peternak bisa bersama-sama membangun usaha ini. Peternak lokal harus mendapatkan dukungan, mulai dari kebutuhan peternakan sampai pemasaran. Dengan sistem digital, kita ingin semuanya bisa saling mendukung,” tegas Nanang.

Melalui partisipasi dalam INDOGRITECH Expo dan Nusantara Livestock & Poultry Expo 2026, NUSAQU Indonesia berharap semakin banyak masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan yang melihat bahwa peternakan rakyat memiliki masa depan yang menjanjikan.

Digitalisasi, kolaborasi, penguatan SDM, dan perluasan akses pasar menjadi bagian penting dari langkah NUSAQU dalam mendorong peternakan lokal agar lebih maju.

Nanang optimistis, dengan semangat kebersamaan dan dukungan ekosistem usaha yang terintegrasi, peternak rakyat Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan peternakan besar maupun ternak impor.(jfr)