Ahli Konservasi UI Jatna Suprijatna Raih Sarwono Award

Agu 25, 2026 #Ahli Konservasi UI

Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Sarwono Award merupakan penghargaan a lifetime achievement yang diberikan kepada individu yang memiliki prestasi dan kontribusi luar biasa melalui penelitian, pengembangan, dan/atau penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersifat kontinu, serta memiliki kepakaran dalam satu bidang yang digeluti secara terus menerus.

Penerima Sarwono Award 2026 adalah Jatna Suprijatna, Profesor Biologi Konservasi – Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI). Ia merupakan seorang peneliti, pengamat, dan aktivis lingkungan hidup dan konservasi.

Pakar Biologi Konservasi, Prof. Drs. Jatna Supriatna, M.Sc., Ph.D., yang dianugerahi Sarwono Award 2026 oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) karna dedikasinya selama lebih dari empat dekade menekuni penelitian satwa liar dan konservasi keanekaragaman hayati.

Pemberian anugerah diberikan langsung oleh Kepala BRIN, Arief Satria pada Senin, 24 Agustus 2026 di Auditorium Gedung BJ. Habibie, Thamrin, Jakarta Pusat.

Eks Guru Besar Universitas Indonesia (UI) tersebut mengatakan penghargaan ini sangat bermakna baginya, dunia ilmu pengetahuan, dan semua pihak yang bekerja untuk melestarikan kayaan khayati Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada istri, anak-anak, dan keluarga besar saya yang dengan sabar mendukung perjalanan saya sebagai peneliti dan pendidik, termasuk ketika tugas lapangan membuat saya berbulan-bulan jauh dari keluarga,” ucap Jatna.

Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria, mengungkapkan bahwa BRIN bekerja sama dengan LPDP memandang perlu memberikan penghargaan tertinggi secara berkelanjutan kepada individu, baik dari internal maupun eksternal BRIN.

Dia tambahkan, penghargaan tersebut diwujudkan melalui pemberian anugerah serta ruang terhormat bagi para ilmuwan untuk menyampaikan orasi ilmiah.

“Penghargaan ini diberikan kepada sosok-sosok ilmuwan yang telah memiliki reputasi nasional dan internasional, serta memberikan kontribusi besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

Diketahui, Jatna memulai karier sebagai peneliti LIPI dan kemudian menjadi dosen serta profesor di UI. Ia selalu terlibat dalam kegiatan mengajar mahasiswa dan menginspirasi banyak pihak untuk bekerja di bidang konservasi.

Dari tahun 1995 hingga 2010, Ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif dan kemudian Wakil Presiden Conservation International di Indonesia.

Pada 2010, Ia mendirikan Research Center for Climate Change University of Indonesia (RCCC-UI) untuk menanggapi isu perubahan iklim yang semakin berkembang. Pada 2020, Ia mendirikan SDG Hub di FMIPA UI sebagai bagian dari upaya mendorong perguruan tinggi berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).

Kontributor : Amhar Batu AttoZ