Bambang Budi T,Sales Manager MIM ,Truk China Mulai Geser Dominasi Eropa dan Jepang di Sektor Tambang Indonesia

Mei 11, 2026

Pikiran merdeka.com, Jakarta, 11 Mei 2026 — Kehadiran truk asal China di industri otomotif Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Tidak hanya mengisi pasar logistik jalan raya (on-road), truk China kini mulai menggeser dominasi pabrikan Eropa dan Jepang di sektor pertambangan (off-road).

Salah satu merek yang agresif memperluas pasar adalah Shacman melalui distributor resminya, PT Mulia Industri Makmur.

Part Sales and Manager PT Mulia Industri Makmur (Shacman Indonesia), Bambang Budi, mengatakan bahwa penerimaan pasar terhadap truk China didorong oleh kombinasi harga yang kompetitif, efisiensi modal, serta kualitas yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan industri pertambangan nasional.

Harga truk China bisa separuh bahkan sepertiga dari harga truk Eropa. Dengan modal membeli satu unit truk Eropa, konsumen bisa mendapatkan hingga tiga unit truk China,” ujar Bambang saat ditemui di sela-sela pameran Indonesia Coal and Energy Expo 2026, Senin (11/5).

Menurut Bambang, meskipun truk Eropa seperti Volvo dan Scania dikenal memiliki daya tahan tinggi, pelaku usaha kini lebih mempertimbangkan perputaran arus kas dan produktivitas armada.

Ia menjelaskan, dengan jumlah armada lebih banyak, perusahaan dapat meningkatkan volume pekerjaan dan memperbesar pendapatan dalam waktu yang lebih singkat.

Walaupun durabilitasnya lebih pendek, tetapi pendapatannya lebih besar. Dipakai lima tahun saja sudah memberikan keuntungan dibanding satu truk Eropa yang dipakai sepuluh tahun. Sekarang perusahaan tambang besar pun mulai melirik truk China,” katanya.

Selain faktor harga, meningkatnya penggunaan truk China juga dipengaruhi pertumbuhan industri nikel nasional. Bambang menyebut banyak perusahaan tambang nikel di Indonesia berasal dari China sehingga lebih memilih menggunakan produk dari negara asal mereka.

Sulawesi menjadi pasar terbesar kami karena pusat industri nikel ada di sana. Selain itu kami juga berkembang ke Kalimantan dan Sumatera untuk kebutuhan sektor batubara dan industri lainnya,” jelasnya.

Shacman membagi lini produknya menjadi dua segmen utama, yakni kendaraan on-road untuk kebutuhan distribusi dan logistik umum yang dilengkapi dokumen kendaraan resmi, serta kendaraan off-road yang dirancang khusus untuk operasional pertambangan.

Untuk memperkuat layanan purna jual, Shacman Indonesia terus memperluas jaringan distribusi suku cadang. Saat ini perusahaan telah memiliki depo suku cadang di Jakarta, Palembang, Kendari, dan Sofifi, serta berencana membuka depo baru di kawasan Kalimantan Timur, tepatnya jalur Balikpapan–Samarinda.

Selain itu, perusahaan juga menerapkan strategi consignment bagi pelanggan berskala besar. Melalui skema tersebut, Shacman menyiapkan gudang suku cadang dan tenaga mekanik langsung di lokasi operasional pelanggan.

Untuk konsumen yang membeli 30 sampai 50 unit, kami siapkan gudang sparepart dan mekanik di lokasi mereka. Saat ini sudah ada sekitar 20 titik consignment di seluruh Indonesia,” ungkap Bambang.

Menurutnya, dukungan perusahaan pembiayaan (leasing) yang kini semakin terbuka terhadap produk truk China menjadi faktor penting dalam mempercepat penetrasi pasar.

Shacman optimistis mampu terus memperluas pangsa pasar nasional dan bersaing dengan merek-merek Jepang yang selama ini mendominasi segmen kendaraan niaga menengah hingga berat.

Kerja keras kami mulai membuahkan hasil. Sekarang kalau orang mencari truk besar, mereka mulai mencari Shacman,” tutup Bambang.(jfr)