Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) mengungkapkan keprihatinan mendalam atas gejala dan gelagat “retaknya perahu besar bangsa,” dan mengingatkan semua pihak untuk mawas diri dan melakukan muhasabah secara bersama-sama.
Dalam pernyataannya, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Ketua Center for Dialogue and Cooperation Among Civilizations (CDCC) menyoroti beberapa isu krusial yang dihadapi bangsa Indonesia, termasuk ketidakpuasan sosial dan demonstrasi masyarakat, kerentanan politik nasional, dan krisis global.
“Kemajemukan Bangsa Indonesia adalah ketetapan dan karunia Ilahi. Kita tidak pernah berpikir untuk terlahir dalam keragaman agama, suku, bahasa, dan budaya. Maka adalah kewajiban kita untuk merawat dan mengembangkannya untuk kemajuan bangsa,” katanya, dalam jumpa pers, Selasa (13/1/2026), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Ketua CDCC juga menekankan pentingnya dialog yang jujur, kolaborasi global yang berkeadilan, dan keberpihakan tegas pada nilai-nilai kemanusiaan universal untuk mengatasi krisis global.
“Untuk hal itu, Kami persiapkan beberapa agenda CDCC ke depan antara lain Peringatan World Interfaith Harmony Week (WIHW) dan International Day of Human Fraternity (IDHF), Dialog Pemuda Lintas Agama ASEAN, dan Majelis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia (MCM Malindo) Kedua,” ungkap Din.
Ditambahkan, dengan adanya agenda tersebut, “CDCC berharap agar bangsa Indonesia dapat merajut kemajemukan untuk kerukunan dan kemajuan bangsa,” Pungkas Ketua CDCC, Din Syamsuddin.
Kontributor : Amhar Batu Attoz