Energi Masa Depan, Elon Musk Bangun Pabrik Baterai Raksasa di China

Jun 23, 2025

Di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China, Tesla justru mengambil langkah besar dengan membangun pabrik pembangkit listrik baterai skala besar di Shanghai. Proyek ini dipastikan menjadi yang terbesar di China setelah rampung.

Melalui unggahan resmi di Weibo, Tesla menyebut fasilitas ini akan memproduksi Megapack unit penyimpanan energi canggih yang mampu memasok listrik hingga 1 Megawatt selama empat jam. Sistem ini berfungsi sebagai penyeimbang pasokan dan permintaan energi, terutama dari sumber terbarukan seperti matahari dan angin yang bersifat fluktuatif.

Kesepakatan senilai 4 miliar yuan (sekitar Rp9,1 triliun) ini ditandatangani bersama pemerintah daerah Shanghai dan perusahaan pembiayaan Kangfu International Leasing. Pabrik Tesla di Shanghai dilaporkan telah memproduksi lebih dari 100 Megapack hanya dalam kuartal pertama 2025.

Menurut Tesla, proyek ini dirancang sebagai “pengatur cerdas” jaringan listrik perkotaan. Teknologi ini memungkinkan pengelolaan energi yang lebih fleksibel dan efisien, serta diharapkan mampu mengatasi lonjakan kebutuhan listrik di kota-kota besar.

Secara global, harga satu Megapack di AS berada di bawah US\$1 juta (sekitar Rp16,5 miliar). Harga untuk pasar China belum diumumkan.

Proyek ini juga menjadi langkah strategis Tesla dalam menghadapi kompetitor lokal seperti BYD dan CATL. Kedua perusahaan China itu telah lebih dulu menguasai pasar kendaraan listrik dan baterai, dengan CATL menguasai sekitar 40% pasar baterai dunia. Bahkan, CATL dirumorkan akan menyuplai baterai untuk fasilitas Tesla ini.

Ketegangan perdagangan antara AS dan China, yang diperburuk sejak kebijakan tarif tinggi era Presiden Donald Trump, membuat langkah Tesla semakin menarik. Di satu sisi, perusahaan AS ini justru menggandeng pemerintah China untuk memperkuat posisinya di pasar energi global.

Permintaan baterai skala besar di China terus tumbuh. Pemerintah Beijing menargetkan tambahan pasokan energi berbasis baterai sebesar 5 Gigawatt hingga akhir 2025, yang akan membawa total kapasitas menjadi 40 Gigawatt.

Tesla sendiri telah mengekspor Megapack ke Asia dan Eropa dari fasilitasnya di Shanghai. Menurut data Badan Energi Internasional, kapasitas sistem penyimpanan energi global naik 42 Gigawatt sepanjang 2023 dua kali lipat dari tahun sebelumnya menandakan tren transisi energi bersih terus meningkat pesat.

(Amh/PM)