Mas Karding dan Jihad Migran100 Hari P2MI Membuka Dunia

Jun 17, 2025

Foto: Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding (Jawa Pos)

Suasana di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi, Depok, Selasa 17 Juni 2025, dipenuhi lagu‑lagu daerah dan linangan tangis haru. Hari itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding melepas 306 pekerja migran Indonesia—16 perawat dan 290 caregiver menuju Jepang lewat skema Indonesia‑Japan Economic Partnership Agreement (IJ‑EPA).

“Pergi ke luar negeri jangan hanya berburu gaji,” pesannya. “Bawalah pulang pengetahuan, keterampilan, jaringan, dan mental pantang menyerah agar Indonesia ikut terangkat.”

Karding resmi menjabat sejak 21 Oktober 2024, mengarahkan kementerian barunya memecah rekor dalam seratus hari pertama. Rapat penajaman program pada 2 November 2024 menetapkan enam prioritas, membuka pasar ke Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman, membentuk BPJS khusus PMI, menyiapkan Kredit Usaha Rakyat “Mig‑Preneur”; mempersingkat layanan satu pintu, membangun tim reaksi cepat, dan memperkuat pelatihan vokasi di daerah.

Menteri Karding saat lepas PMI ke Jepang, Depok 17/6/2025 (Foto: Antara)

Outputnya berkejaran dengan tenggat. Pada 19 Mei 2025, 293 PMI dilepas ke Korea Selatan melalui skema Government‑to‑Government. Di depan keluarga pekerja, Karding menekankan literasi keuangan: “Sisihkan upah. Investasi emas itu payung saat kontrak selesai,” ujarnya, mengutip TVRInews.

Empat minggu berselang, gelombang Jepang pun berangkat. Rata‑rata mereka bergaji setara Rp 23 juta per bulan setelah biaya hidup, ada ruang menabung sekitar Rp 13 juta.

Dari Pengirim Dana Menjadi Pengusaha

Karding kerap menampilkan kisah para pensiunan PMI yang sukses. Dalam pelepasan Korea ia menyebut Bambang mantan pekerja di Negeri Ginseng yang kini mengelola restoran di Yogyakarta dengan omzet menembus Rp 500 juta per bulan. Asosiasi purna PMI di Cirebon pun, katanya, rata‑rata mendulang pendapatan di atas Rp 90 juta per bulan dari usaha konveksi dan kuliner (Kompas.com).

Lebih dari sekadar devisa, konsep “jihad migran” milik Karding bertumpu pada tiga poros, yakni remitansi produktif, transfer etos disiplin, dan jejaring bisnis lintas negara. P2MI mengklaim hingga Mei 2025 ada 1,7 juta job order di 14 sektor, 95 persennya bidang kesehatan, domestik terampil, manufaktur, industri, pertanian, dan hospitality, namun baru terisi 297 ribu.

Rencana Penempatan PMI 2025–2026

Peta peluang terus melebar. Berikut jadwal dan angka kasar yang sudah berada di meja P2MI:

  • 9 Januari 2025 – Pelepasan perdana Batch VI Perawat G‑to‑G ke Jerman di Soekarno‑Hatta.
  • Kuartal IV 2025 – 150 tenaga kesehatan dikirim ke Provinsi New Brunswick, Kanada, hasil MoU 3 Juni 2025.
  • Pertengahan 2025 – 200 caregiver lansia memasuki proyek percontohan di Singapura, pelatihan 20 level kompetensi rampung dua minggu sebelumnya.
  • Sejak April 2025 terdapat 2.668 job order untuk sektor hospitality & kesehatan menanti di Kuwait; kurikulum bahasa Inggris dan sertifikasi dipercepat.
  • 15 Juni 2025 – Kolaborasi Kadin‑P2MI melepas simbolis 112 orang, bagian dari 5.000 PMI untuk delapan negara, Jepang, Taiwan, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Turki, Slovakia, Jerman, dan Persemakmuran Dominika.
  • Semester II tahun 2025 – Pemerintah menyiapkan pencabutan moratorium ke Arab Saudi setelah reformasi sistem perlindungan; peluang potensial hingga ratusan ribu penempatan sepanjang 2026.

Semua gelombang tersebut akan dikerjakan melalui kanal resmi G‑to‑G, IJ‑EPA, atau payung tripartit untuk mengurangi praktek non‑prosedural yang rawan tindak pidana perdagangan orang.

Siapa Mas Karding?

Abdul Kadir Karding lahir di Sojol, Donggala, Sulawesi Tengah, 25 Maret 1973. Lulus Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro, Semarang (1997) dan meraih magister Administrasi Publik (2009). Ia mulai dikenal sebagai Ketua Senat Mahasiswa Undip dan Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah pada pertengahan 1990‑an.

Karier politiknya melejit, Ketua Komisi E DPRD Jateng pada usia 26, Wakil Ketua DPRD (2003–2009), dan empat periode anggota DPR‑RI (2009‑2024) sebelum dipanggil Presiden Prabowo memimpin kementerian P2MI.

Di kantor, ia tetap disapa “Mas Karding”. Semboyan favoritnya, “urip iku urup” (hidup harus memberi manfaat), menjadi penutup wajib setiap rapat. Akun Instagram resminya kerap menampilkan candaan ringan dengan staf atau swafoto di bandara saat mengantar PMI. “Mengintip Instagram Mas Karding.”

Karding tak cuma bicara kuantitas, ia melengkapi strategi dengan perangkat perlindungan:

  • BPJS PMI – skema jaminan sosial sepanjang masa kontrak plus satu tahun paska‑penempatan, dalam revisi PP No. 3/2013.
  • Tim Reaksi Cepat – hotline darurat 24 jam di 15 kantor perwakilan RI, menangani kekerasan majikan dan sengketa gaji.
  • Kredit Mig‑Preneur – plafon Rp 50 juta–Rp 200 juta dengan bunga subsidi bagi purna PMI berwirausaha.
  • Platform e‑Learning – modul berbasis micro‑learning (bahasa, etika kerja, literasi keuangan) naik tayang Agustus 2025.

Langkah ini disebut “paket hulu‑hilir”, seleksi, penempatan, pendampingan, hingga reintegrasi. P2MI mengklaim angka pengaduan turun 18 persen kuartal I‑2025 dibanding periode sama 2024, meski verifikasinya masih menunggu audit Ombudsman.

Dampak Ekonomi dan Sosial.

  1. Remitansi Produktif.
    Bank Indonesia mencatat remitansi resmi PMI Januari–Mei 2025 mencapai Rp 95 triliun. P2MI menargetkan rekor baru sekitar Rp 260 triliun di akhir tahun seiring proyek Kadin‑P2MI dan pasar baru Jerman‑Kanada.
  2. Transfer Keterampilan.
    Disiplin dan etos Jepang‑Korea mempercepat peningkatan standar layanan di sektor layanan lansia, kuliner, dan garmen. Pemerintah menyiapkan sertifikasi “Purna PMI Champion” agar pengalaman luar negeri diakui setara RPL D‑III keperawatan.
  3. Diplomasi Tenaga Terampil.
    Skema IJ‑EPA, G‑to‑G, dan P‑to‑P memosisikan Indonesia sebagai pemasok tenaga terampil, bukan buruh murah. Jepang misalnya memprioritaskan caregiver Indonesia karena kombinasi kompetensi bahasa dan sifat empati.

Di berbagai daerah, pemerintah provinsi menirukan pola Depok membangun “One‑Stop Service” PMI berbasis digital queue dan lab Bahasa Jerman “Start Deutsch A1”. Wamen P2MI, Christina Aryani, memproyeksikan pelatihan berbasis BLK bisa menyuplai 425.000 tenaga terampil per tahun, separuhnya sektor kesehatan.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memprediksi, bila 10 persen saja dari 1,7 juta job order terserap, pendapatan rumah tangga di 160 kabupaten tertinggal naik 1,2 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem turun 0,3 persen dua tahun ke depan (kajian INDEF, Mei 2025).

Epilog

Seratus hari lebih bekerja, Abdul Kadir Karding menolak euforia. “Evaluasi terpenting adalah perlindungan di lapangan,” katanya usai melepas gelombang Jepang. Namun ia juga percaya migrasi terampil adalah jalan pintas mempercepat kelas menengah Indonesia.

Dengan gelombang Jerman, Kanada, Singapura, Kuwait, dan 5.000 paket Kadin di depan mata serta harapan pencabutan moratorium Arab Saudi, “jihad migran” bukan lagi metafora. Ia menjelma gerakan ekonomi berbasis manusia, tempat PMI berdiri bukan sebagai buruh, melainkan duta profesionalisme Nusantara.

Sumber: Antara, Kompas, BP2MI, dll
Penulis, editor: Agusto Sulistio