Pikiranmerdeka.com, Jakarta – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X dan kongres Tani IX di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Selasa, 24 -26 Juni 2025.
Munas X HKTI dan Kongres Tani IX ini akan dimeriahkan dengan kegiatan antara lain Ramah Tamah, Kongres Tani IX, Tani Fest, Gerajan Ianfan Murah, Sarasehan Tani, Business Matching dan agenda Gerakan Pangan Murah (GPM).
Membuka Kongres Tani IX dan Musyawarah Nasional (Munas) HKTI X, Fadhli Zon Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam sambutannya mengungkapkan, momentum ini sangat strategis untuk memperkuat komitmen swasembada pangan dan memperjuangkan kesejahteraan petani.
“HKTI adalah rumah bagi jutaan petani. Usianya sudah 52 tahun dan terus konsisten menjadi mitra petani dan pemerintah. Melalui Munas ini, kita perkuat langkah menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadlhi Zon mengapresiasi kinerja pengurus HKTI periode 2020–2025 yang telah bekerja keras di tengah tantangan sektor pertanian. Menurutnya, inilah saat yang tepat untuk mengonsolidasikan kekuatan menuju cita-cita besar.
Ia juga menyinggung komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap pertanian. “Presiden Prabowo pernah memimpin HKTI selama satu dekade dan kini menjadi Dewan Pembina. Ini bukti nyata bahwa pertanian jadi prioritas nasional,” tegas Fadli.
Dalam delapan bulan terakhir, lanjutnya, perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian meningkat drastis.
Fadli menyebut sejumlah kebijakan strategis: penghapusan utang lama petani, kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500/kg, reformulasi subsidi pupuk, hingga peluncuran program MBG (Makmur, Berdaulat, Gotong Royong) untuk meningkatkan produktivitas.
Namun, menurut Fadli, satu hal yang juga tak kalah penting adalah penyatuan kembali HKTI. Setelah hampir 15 tahun terbelah, Munas X akan menjadi ajang rekonsiliasi organisasi.
“HKTI di bawah Moeldoko dijadwalkan bergabung. Ini peluang besar untuk menyatukan energi dan agenda perjuangan petani,” katanya, disambut riuh lebih dari 300 peserta dari 35 provinsi.
Ia berharap, HKTI ke depan dipimpin oleh figur solid yang mampu membawa organisasi melompat lebih jauh.
“Tiga momentum besar-komitmen pemerintah, penyatuan HKTI, dan pemimpin baru yang kuat-harus kita manfaatkan untuk memajukan pertanian, mengentaskan stunting, dan mempercepat swasembada pangan nasional,” tegasnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang turut hadir mengatakan HKTI harus mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo, termasuk program swasembada, industrialisasi, pangan bergizi gratis, dan ketahanan bioenergi.
“Kita ingin Indonesia jadi lumbung pangan dunia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Acara ini juga dihadiri Menteri PPN Rahmat Pambudi, Wamen Pertanian Sudaryono, Wamen Desa Ahmad Riza Patria, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, serta perwakilan DPR, DPD, direksi BUMN, dan para pengurus DPD HKTI se-Indonesia.
Munas X HKTI ditargetkan menghasilkan rekomendasi konkret dan strategi implementatif menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Kontributor : Amhar