Warganet Brasil Banjiri Akun IG Prabowo Minta Selamatkan Juliana di Gunung Rinjani

Jun 24, 2025

Akun Instagram Presiden Prabowo Subianto mendadak ramai diserbu netizen Brasil. Mereka meminta bantuan atas insiden jatuhnya Juliana, wisatawan asal Brasil, saat mendaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut pantauan pada Selasa (24/6), unggahan-unggahan terbaru Prabowo dibanjiri komentar berbahasa Portugis dan Inggris, memohon pertolongan untuk wanita muda berusia 26 tahun itu.

Salah satu unggahan yang diserbu komentar adalah saat Prabowo tampil sebagai pembicara di St. Petersburg International Economic Forum 2025. Di sana, akun bernama @mariiacecil***** menulis dengan emosional:

“Tolonglah Juliana. Dia baru 26 tahun, pasti kedinginan, lapar, haus, dan mungkin terluka. Tolong lakukan segalanya untuk menyelamatkannya. Tuhan memberkati Anda. Tidak ada perbuatan baik yang luput dari pandangan Tuhan.”

Komentar serupa datang dari akun @arianemri***** yang singkat menulis, “SOS Juliana.” Lalu @carolina***** bertanya, “Di mana Juliana? Kenapa berbohong soal penyelamatannya? Dia butuh bantuan!”

Tak hanya akun resmi Prabowo, akun Instagram media seperti CNN Indonesia juga dipenuhi komentar serupa. Akun @jadersi***** menulis, “Selamatkan gadis Brasil itu.” Sedangkan @jessica_ki***** menyebut, “Kami butuh dukungan untuk menyelamatkan Juliana.”

Kronologi Insiden

Peristiwa terjadi Sabtu (21/6) sekitar pukul 06.30 WITA. Juliana, atau JDSP (27), diduga terpeleset dan jatuh ke tebing Segara Anak di jalur pendakian area Cemara Tunggal, Rinjani, setelah cuaca memburuk mendadak.

Tim SAR gabungan menemukan keberadaan korban pada Senin (23/6) pukul 07.05 WITA, sekitar 500 meter dari titik jatuh. Lokasi yang ditemukan berupa tebing curam berpasir dan berbatu.

Cuaca Menghambat Evakuasi

Upaya evakuasi masih terus berlangsung. Namun, cuaca buruk menjadi penghalang utama. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Yusron Hadi, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan masih berusaha maksimal mengevakuasi korban.

“Cuaca berubah cepat dan jadi hambatan utama. Kemungkinan evakuasi menggunakan helikopter juga sedang dipertimbangkan,” ujarnya di Mataram, Selasa (24/6).

Namun, hingga kini belum ada kepastian soal kondisi fisik korban karena medan yang sulit dijangkau dan tertutup kabut tebal.

“Kita terus berdoa agar evakuasi berjalan lancar dan korban bisa diselamatkan,” tambah Yusron.

(Hen/PM)