Pikiran merdeka.com, Jakarta 20/8/2026— Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menilai penyelenggaraan konser internasional di Indonesia tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Hal tersebut disampaikan Teuku Riefky Harsya saat menghadiri konferensi pers konser musisi internasional asal Italia, Andrea Bocelli, di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Menurutnya, kehadiran pertunjukan musik berkelas internasional di Indonesia membuka peluang yang luas bagi para pekerja kreatif dari berbagai subsektor.
Menekraf mengatakan, saat ini terdapat sekitar 27,4 juta pekerja kreatif yang bergerak di berbagai subsektor ekonomi kreatif. Penyelenggaraan konser berskala internasional dinilai dapat memberikan dampak berganda atau multiplier effect terhadap ekosistem ekonomi kreatif tersebut.
Jadi ini potensinya sangat baik buat experience, transfer knowledge, dan juga untuk aktualisasi dari talenta-talenta kreatif Indonesia,” kata Teuku Riefky.
Menurutnya, dampak ekonomi dari sebuah konser tidak semata-mata dirasakan oleh penyanyi atau performer yang tampil di atas panggung. Sebuah pertunjukan internasional melibatkan ekosistem pekerjaan yang cukup luas, mulai dari musisi, orkestra, stage management, tim produksi, penata suara, hingga tenaga profesional di bidang pencahayaan.
Keterlibatan tenaga kreatif Indonesia dalam kegiatan tersebut, kata Riefky, menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pengalaman dan kompetensi. Para pekerja kreatif lokal dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah pertunjukan dengan standar internasional dipersiapkan, diproduksi, dan diselenggarakan.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Transfer pengetahuan yang diperoleh para pekerja kreatif dapat menjadi modal untuk meningkatkan kualitas industri pertunjukan Indonesia serta menciptakan sumber daya manusia yang semakin siap bersaing di tingkat global.
Membuka Ruang bagi Produk Kreatif Lokal
Menekraf juga menyoroti peluang lain yang dapat dikembangkan melalui penyelenggaraan konser internasional, yakni keterlibatan pelaku usaha dari subsektor ekonomi kreatif lainnya.
Salah satu konsep yang disiapkan adalah Creative Village, yang dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk kreatif lokal kepada para pengunjung konser.
Kementerian Ekonomi Kreatif bersama pihak penyelenggara akan melakukan kurasi terhadap sejumlah produk lokal yang dinilai memiliki kualitas dan daya tarik untuk diperkenalkan kepada masyarakat, termasuk penonton dari luar negeri.
Produk fesyen, kuliner, kriya atau kerajinan, serta berbagai produk kreatif lainnya memiliki peluang untuk tampil dan mendapatkan pasar baru melalui kegiatan tersebut.
Menurut Riefky, peluang itu semakin besar apabila sebuah konser internasional mampu menarik perhatian penonton dari berbagai daerah bahkan negara lain. Para pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan pertunjukan musik, tetapi juga dapat menjadi konsumen potensial bagi produk-produk kreatif Indonesia.
Perjalanan dari pintu masuk menuju tempat lokasi acara juga cukup panjang. Di kanan kirinya, sambil berjalan dan menikmati, penonton juga bisa melihat kreatif-kreatif yang berkualitas yang dimiliki Indonesia,” ujarnya.
Konser sebagai Ekosistem Ekonomi
Riefky menegaskan, pemerintah melihat event internasional sebagai bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Penyelenggaraan acara berskala besar dapat menciptakan ruang kerja bagi berbagai profesi sekaligus mempertemukan talenta, pelaku usaha, produk kreatif, dan pasar.
Konser Andrea Bocelli menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah pertunjukan musik internasional dapat memberikan ruang bagi talenta dan produk kreatif Indonesia untuk berkembang.
Dari sisi sumber daya manusia, tenaga profesional lokal berkesempatan mendapatkan pengalaman bekerja dalam lingkungan produksi pertunjukan internasional. Dari sisi bisnis, pelaku usaha kreatif memperoleh peluang memperkenalkan produknya kepada pengunjung. Sementara dari sisi industri, kegiatan tersebut dapat mendorong terbentuknya kolaborasi antara pelaku kreatif Indonesia dan jaringan industri internasional.
Bagi Kementerian Ekonomi Kreatif, pola seperti ini penting karena pertumbuhan ekonomi kreatif tidak hanya bergantung pada satu subsektor. Ekosistemnya saling berkaitan dan dapat berkembang melalui berbagai kegiatan yang mampu mempertemukan kreativitas dengan pasar.
Event internasional juga dapat menjadi sarana aktualisasi bagi talenta-talenta kreatif Indonesia. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat mengambil bagian dalam proses produksi, pengelolaan acara, pelayanan profesional, hingga pengembangan berbagai produk pendukung.
Mendorong Talenta Kreatif Naik Kelas
Menekraf berharap semakin banyak kegiatan internasional yang digelar di Indonesia dapat memberikan manfaat langsung kepada industri kreatif dalam negeri.
Menurutnya, kehadiran musisi dan pertunjukan internasional memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa talenta kreatif lokal memiliki kemampuan dan kualitas yang dapat dikembangkan menuju standar global.
Pengalaman bekerja dalam sebuah pertunjukan internasional juga dapat menjadi pembelajaran berharga bagi pekerja kreatif Indonesia. Mereka dapat memahami standar profesional, manajemen produksi, teknologi pertunjukan, pelayanan penonton, hingga pola kerja industri hiburan internasional.
Dengan demikian, penyelenggaraan konser tidak hanya dilihat dari jumlah penonton atau kesuksesan pertunjukan di atas panggung. Lebih jauh, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan banyak profesi dan usaha kreatif.
Riefky menilai peluang tersebut harus dimanfaatkan secara optimal agar kegiatan internasional yang masuk ke Indonesia dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.
Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong agar subsektor ekonomi kreatif dapat memperoleh ruang yang lebih besar dalam berbagai event, baik nasional maupun internasional.
Kehadiran produk lokal di tengah konser internasional juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan kreativitas Indonesia dengan konsumen yang lebih luas. Apalagi, pengunjung dari mancanegara memiliki potensi menjadi pasar baru bagi produk fesyen, kuliner, kriya dan berbagai karya kreatif lainnya.
Pada akhirnya, penyelenggaraan konser internasional seperti Andrea Bocelli diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan musik. Kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, membuka lapangan pekerjaan, memperluas pasar produk lokal, meningkatkan kapasitas tenaga profesional, serta mempercepat transfer pengetahuan dari industri kreatif global kepada talenta Indonesia.
Menekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa event internasional memiliki potensi besar menjadi instrumen pengembangan ekonomi kreatif apabila seluruh ekosistem yang terlibat dapat dikembangkan secara bersama-sama.
Dengan melibatkan performer, pekerja belakang panggung, pelaku usaha, produk lokal, hingga masyarakat sebagai konsumen, konser internasional dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas Indonesia untuk tampil di hadapan dunia.(jfr)