Pikiranmerdeka.com, Partai Indonesia Terang mulai memperkuat mesin politik hingga tingkat bawah sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Konsolidasi nasional digelar untuk memastikan struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah berjalan solid sekaligus memperkenalkan kembali program-program yang menjadi fokus partai.
Konsolidasi tersebut diikuti jajaran Partai Indonesia Terang dari 38 provinsi. Penguatan struktur akan dilanjutkan hingga tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, desa, hingga rukun warga.
Ketua Umum Partai Indonesia Terang, Cut Nyak Rizayati, mengatakan, kekuatan partai tidak semata-mata bergantung pada sosok pemimpin.
Menurutnya, soliditas seluruh struktur organisasi menjadi faktor penting agar partai dapat bekerja secara nyata di tengah masyarakat.
“Saya ingin seluruh rakyat Partai Indonesia Terang memahami bahwa kekuatan terbesar kita bukanlah hanya berada pada siapa dan menjadi siapa pemimpin, tetapi pada seberapa solid kita sebagai sebuah organisasi,” ujar Cut Nyak Rizayati dalam Konsolidasi Nasional Partai Indonesia Terang sekaligus perayaan miladnya di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Ia menilai kepengurusan pusat tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan jajaran daerah. Karena itu, konsolidasi nasional menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara struktur partai dan masyarakat.
Cut Nyak Rizayati juga menegaskan Partai Indonesia Terang akan kembali menjalankan sejumlah program yang sebelumnya sempat terhenti, termasuk Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS).
“Partai Indonesia Terang mulai melanjutkan segala program PJUTS, tenaga surya. Yang sempat kemarin terhenti dari Sabang sampai Merauke, sudah berhenti selama 2 tahun, sekarang kita mulai,” katanya.
Selain PJUTS, Ia menyebut program rumah bersubsidi dan solar cell sebagai bagian dari program yang akan terus didorong.
Menurut Cut Nyak Rizayati, berbagai program tersebut harus dibuktikan melalui kerja nyata, bukan sekadar menjadi slogan politik.
“Makanya harapan saya dengan hadirnya Partai Indonesia Terang ini bukan dasar kita bahas slogan terang-terang aja, harus kita buktikan. Omongan kita ini harus kita buktikan, jangan asal-asal ngomong doang,” tegasnya.
Struktur Partai Disiapkan hingga Tingkat Bawah
Sekretaris Jenderal Partai Indonesia Terang, Mabruri, mengatakan, konsolidasi nasional menjadi langkah awal untuk memastikan mesin organisasi partai benar-benar bergerak di seluruh Indonesia.
Ia menyebut penguatan struktur akan dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, desa, bahkan rukun wilayah.
“Jadi intinya, konsolidasi ini kan untuk konsolidasi nasional 38 provinsi Partai Indonesia Terang di seluruh Indonesia, baik di tingkat provinsi maupun di kawasan kota, dan sampai ke tingkat kecamatan, kelurahan, desa, sampai ke rukun wilayah,” ujar Mabruri.
Setelah konsolidasi nasional, jajaran partai akan turun langsung ke daerah untuk mengecek kesiapan struktur sekaligus melakukan pembenahan apabila masih terdapat kepengurusan yang belum berjalan optimal.
“Ketika datang konsolidasi nasional ini kita akan turun ke daerah-daerah untuk memastikan mesin politik Partai Indonesia Terang itu berjalan,” katanya.
Mabruri mengatakan struktur yang belum maksimal akan diperkuat melalui penambahan personel maupun penyegaran kepengurusan.
“Mana yang kurang berjalan, kita tambah, kita penyegaran supaya misalnya ini berjalan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena Partai Indonesia Terang telah memperoleh SK yang disebut menjadi bagian penting dalam perjalanan partai. Dengan status tersebut, partai kini dapat lebih fokus melakukan konsolidasi organisasi dan mempersiapkan diri menghadapi agenda politik 2029.
Optimistis Hadapi Pemilu 2029
Ketua Dewan Pembina Partai Indonesia Terang, Mohamad Gempar Soekarnoputra, mengatakan, konsolidasi nasional menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Ia mengingatkan kader agar menjadikan kontestasi politik sebagai momentum untuk menawarkan gagasan dan program kepada masyarakat, bukan ajang saling menyerang.
“Kalau kita berbicara perjuangan Partai Indonesia Terang, Partai Indonesia Terang baru, partai baru seumur jagung, tetapi semangat untuk mencapai, melaksanakan visi dan misi agar demi memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia,” ujar Gempar.
Menurut dia, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, seluruh pihak tetap harus mengutamakan kepentingan bangsa.
Gempar juga mendorong Partai Indonesia Terang mendukung program pemerintah yang dinilai sejalan dengan kepentingan masyarakat, seperti pembangunan rumah bersubsidi dan penyediaan listrik tenaga surya.
“Ya tentu kita dukung. Karena ini kan untuk misalnya PJUTS, penerangan jalan umum tenaga surya, dan rumah bersubsidi, itu kan kepentingan rakyat,” katanya.
Ia menegaskan program-program tersebut seharusnya tidak dipandang sebagai kepentingan eksklusif satu partai, melainkan sebagai bagian dari upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Gempar juga menyerukan agar kritik terhadap pemerintah disampaikan secara konstruktif.
Ia menilai kritik tetap diperlukan apabila terdapat kebijakan yang belum berjalan sebagaimana mestinya, tetapi harus disertai solusi dan tidak berubah menjadi hujatan.
Menurutnya, persoalan bangsa seharusnya diselesaikan melalui kerjasama dan semangat gotong royong.
“Kita bangkitkan semangat bersatu. Kita selesaikan permasalahan bangsa secara gotong royong. Menyumbangkan pikiran, tenaga, karya-karya kita apapun kecilnya berarti bagi bangsa Indonesia,” katanya.
Gempar pun optimistis Partai Indonesia Terang dapat menghadapi Pemilu 2029 dengan mengandalkan kerja nyata dan program yang ditawarkan kepada masyarakat.
“Tentu kita mesti optimis. Tapi yang penting kita berkarya untuk rakyat, yaitu membawa terang pangan, membawa terang sandang, membawa terang papan,” ujarnya.
Melalui konsolidasi nasional tersebut, Partai Indonesia Terang menargetkan struktur organisasi semakin solid sekaligus mampu menerjemahkan program partai ke tingkat masyarakat. Persiapan itu menjadi bagian dari langkah partai menyambut Pemilu 2029. (Amhar)
Sumber : acurat.co