PBB: Prospek Damai Masih Buram, Iran: Demi Kehormatan Tetap Akan Balas AS

Jun 23, 2025

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak menyusul serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir utama Iran. Sebagai respons, Komandan Tertinggi Angkatan Darat Iran yang baru diangkat, Mayor Jenderal Amir Hatami, menyatakan kesiapan negaranya untuk memberikan perlawanan habis-habisan.

Dalam sebuah video yang disebarluaskan media lokal, Hatami menegaskan bahwa Iran tidak akan diam terhadap aksi militer Washington. “Kami telah menghadapi Amerika berkali-kali. Setiap serangan mereka, selalu kami balas dengan kekuatan,” ujar Hatami dalam pernyataannya yang dikutip CNN International, Senin (23/6/2025).

Hatami, yang menggantikan posisi komandan terdahulu yang gugur akibat serangan Israel, menegaskan bahwa Iran siap menanggung risiko demi mempertahankan kehormatan dan kedaulatan negara. “Kami akan bertempur demi kebahagiaan rakyat. Kami telah kehilangan banyak syuhada, namun keberanian kami tak akan padam,” tambahnya.

Pertumbuhan Ekonomi 4,7% Alarm untuk Pemerintahan Prabowo

Menelisik Jokowi Ketika “Melindungi” Gibran Dari Ancaman Pemakzulkan?

Pengangkatannya disebut sebagai bagian dari restrukturisasi militer Iran di tengah konflik yang kian panas, khususnya pasca serangan udara gabungan AS dan Israel yang menghantam situs nuklir Fordow dan Isfahan.

Presiden AS Donald Trump mengklaim operasi tersebut berhasil menghancurkan target kunci untuk mencegah Iran membangun senjata nuklir. Namun langkah ini menuai kecaman dari sejumlah negara seperti Rusia dan China, serta memicu Iran untuk membawa kasus ini ke Dewan Keamanan PBB.

Iran menegaskan bahwa setiap tindakan militer lebih lanjut akan dibalas dengan keras, termasuk kemungkinan mengaktifkan jaringan proksi mereka di Irak, Suriah, dan Lebanon. Situasi ini memicu kekhawatiran internasional akan meluasnya konflik regional yang dapat menyeret negara-negara besar dunia ke dalam konfrontasi terbuka.

Sebagai respon, Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat guna mendorong gencatan senjata dan membuka kembali jalur diplomasi terkait program nuklir Iran. Namun hingga kini, prospek perdamaian masih buram di tengah suara-suara keras yang terus menggema dari Teheran dan Washington.

(Hen/PM – CNN)