Pada Senin, 7 Juli 2025, saham Tesla Inc. sempat anjlok hingga 7,6% dalam sesi pra-perdagangan, setelah CEO-nya, Elon Musk, mengumumkan pendirian partai politik baru bernama America Party. Pernyataan ini ia sampaikan melalui akun X (sebelumnya Twitter) sehari sebelumnya, Minggu, 6 Juli 2025.
Langkah Musk membentuk partai politik yang akan menantang dominasi Partai Republik dan Demokrat dinilai sebagai keputusan yang membawa konsekuensi besar, tak hanya secara politis, tetapi juga terhadap kepercayaan investor. Fokus utamanya dalam 12 bulan ke depan adalah pemilihan kursi Kongres AS, namun ia juga menyatakan bahwa pencalonan presiden bukan hal yang mustahil setelahnya.
Pelemahan harga saham Tesla ini disebut sebagai yang terbesar sejak ketegangan antara Musk dan mantan Presiden Donald Trump terkait RUU pajak AS awal Juni lalu. Hingga awal Juli, saham Tesla tercatat sudah turun sekitar 22% sepanjang tahun berjalan. Koreksi ini tak lepas dari persepsi negatif publik terhadap keterlibatan politik Musk, yang dinilai mulai mengaburkan fokusnya pada bisnis inti Tesla.
Analis ekuitas dari William Blair, Jed Dorsheimer, dalam catatannya menyatakan bahwa investor semakin resah dengan distraksi yang diciptakan oleh Musk. Menurutnya, pada saat Tesla justru membutuhkan perhatian penuh, keterlibatan politik Musk justru dinilai berisiko dan tidak memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Dorsheimer bahkan menurunkan peringkat saham Tesla menjadi setara dengan status “tahan”.
Di sisi lain, belum ada kejelasan mengenai struktur resmi partai politik baru tersebut. Hingga saat ini, Musk belum mendaftarkan America Party ke Komisi Pemilihan Federal AS, dan tidak ada informasi konkret tentang platform, struktur organisasi, atau siapa saja yang akan terlibat.
Sementara itu, Tesla sedang menghadapi tekanan kinerja. Penjualan mobil secara global turun sebesar 13% selama dua kuartal pertama 2025. Ini menjadi sinyal kemungkinan penurunan penjualan tahunan dua tahun berturut-turut, meskipun perusahaan telah meluncurkan versi baru dari SUV Model Y.
Langkah Musk ini juga bertentangan dengan komitmennya sebelumnya kepada investor. Dalam laporan keuangan terakhir pada April 2025, ia menyatakan akan mengalokasikan lebih banyak waktu untuk Tesla setelah menyelesaikan keterlibatannya bersama pemerintahan Trump.
“Dewan direksi harus mulai bertindak,” kata Dan Ives, analis dari Wedbush Securities kepada Bloomberg Television. Ia mengungkapkan rasa frustrasinya sebagai pendukung Tesla, dan menyebut bahwa Musk kini telah melewati batas keterlibatan yang bisa ditoleransi oleh pasar dan pemegang saham.
Sumber: Bloomberg, 6–7 Juli 2025
Editor: Agusto Sulistio