Kapal Raksasa Bermuatan 3000 Mobil Tenggelam di Samudra Pasifik

Jun 25, 2025

Gambar: Kapal Kargo Morning Midas Terbakar dan Tenggelam di Samudra Pasifik.

Sebuah kapal kargo raksasa bermuatan lebih dari 3.000 mobil termasuk 800 kendaraan listrik tenggelam di Samudra Pasifik beberapa minggu setelah mengalami kebakaran hebat.

Dilaporkan oleh New York Post, Rabu (25/6/2025), kapal Morning Midas sepanjang 182,88 meter terbakar pada awal Juni saat berlayar dari Yantai, Tiongkok menuju Pelabuhan Lazaro Cardenas, Meksiko. Seluruh awak berhasil diselamatkan sebelum kapal tenggelam di perairan internasional dengan kedalaman sekitar 4,8 kilometer.

Menelisik Jokowi Ketika “Melindungi” Gibran Dari Ancaman Pemakzulkan?

Menurut Zodiac Maritime, perusahaan pemilik kapal, struktur Morning Midas rusak parah akibat api dan cuaca ekstrem. Dua kapal tunda dengan peralatan pengendalian polusi disiagakan di lokasi untuk memantau potensi pencemaran dan serpihan kapal. Perusahaan juga bekerja sama dengan Penjaga Pantai Amerika Serikat dan Resolve Marine.

Sebelumnya, kebakaran dilaporkan terjadi di dek tempat kendaraan listrik disimpan. Hingga kini belum dipastikan apakah EV menjadi penyebab awal kebakaran. Total muatan kapal mencapai 3.048 kendaraan, termasuk 70 mobil listrik murni (battery electric vehicles) dan 681 hybrid.

Wilayah Ini Waspada! Gempa Megathrust Hitungan Menit Picu Tsunami 20 Meter

Teori The Prince dan Cara Jokowi Berkuasa.

Insiden terjadi sekitar 300 mil (sekitar 480 km) barat daya Adak, Alaska, di lepas pantai. Penjaga Pantai AS mengerahkan kapal penjaga Cutter Munro, pesawat C-130J Super Hercules, dan helikopter MH-60T Jayhawk untuk membantu pemadaman dan evakuasi. Tiga kapal lain turut membantu penyelamatan 22 awak kapal. “Kami sangat menghargai aksi heroik para kru kapal Cosco Hellas dan dua kapal lainnya,” ujar Laksamana Madya Megan Dean dari US Coast Guard, seperti dikutip Reuters, Jumat (6/6/2025).

Tragedi ini kembali memicu perhatian dunia terhadap risiko kebakaran kendaraan listrik di kapal laut, terutama yang menggunakan baterai lithium-ion. Laporan Allianz Commercial menyebutkan bahwa baterai jenis ini bisa terbakar hebat, bahkan menyala kembali setelah dipadamkan selama berjam-jam. Penyebabnya antara lain cacat produksi, kerusakan fisik, atau kualitas material rendah. Di sisi lain, data dari Badan Kontinjensi Sipil Swedia menunjukkan bahwa tingkat kebakaran pada mobil listrik sangat rendah: hanya 23 insiden dari 611.000 unit (0,004%), jauh di bawah kendaraan bensin atau diesel yang mencatat 34.000 kasus dari 4,4 juta unit (0,08%).

Insiden Morning Midas mengingatkan pada tragedi kapal Felicity Ace tiga tahun silam yang membawa 4.000 mobil mewah—termasuk Porsche dan Bentley sebelum terbakar dan tenggelam dekat Azores, Portugal. Kerugian saat itu ditaksir mencapai USD400 juta.

Saat ini fokus utama Zodiac Maritime adalah menanggulangi potensi pencemaran laut dan menyelidiki penyebab kebakaran. Belum ada informasi resmi mengenai merek kendaraan di atas Morning Midas. Namun, tragedi ini menjadi peringatan keras bagi industri pelayaran global agar memperkuat standar keselamatan, khususnya dalam pengangkutan kendaraan listrik yang semakin banyak digunakan dunia.

(Bbg/PM – Sumber: Washinton Post, Reuters)