China Uji Teknologi Implan Otak, Pikiran Bisa Kendalikan Komputer

Jun 16, 2025

Teknologi implan otak, juga dikenal sebagai implan saraf, adalah perangkat elektronik yang ditanamkan ke dalam otak untuk merekam atau merangsang aktivitas saraf. Perangkat ini berinteraksi dengan neuron, memungkinkan komunikasi dua arah antara otak dan sistem eksternal. Implan otak memiliki potensi untuk mengobati gangguan neurologis, memulihkan fungsi sensorik atau motorik yang hilang, dan meningkatkan kemampuan kognitif. 

China berhasil melakukan uji klinis pertama terhadap implan otak yang memungkinkan seseorang mengendalikan perangkat elektronik hanya dengan pikirannya. Uji ini dilakukan pada Maret lalu dan dilaporkan oleh “Global Times”.

Tim ilmuwan dari Pusat Ilmu Otak dan Teknologi Kecerdasan (Cebsit) di Shanghai menanamkan implan nirkabel pada seorang pasien tetraplegia, yakni kelumpuhan di keempat anggota tubuh. Beberapa minggu pascaoperasi, pasien tersebut sudah mampu bermain game balapan dan catur hanya dengan berpikir.

Bagaimana Kelanjutan Aceh? Menkokumham Akan Bertemu Muzakir Manaf dan Bobby

Teknologi ini disebut “brain-computer interface” (BCI), sebuah terobosan yang sedang dikembangkan untuk memulihkan fungsi motorik pada pasien lumpuh. Di dunia, nama Neuralink milik Elon Musk dikenal sebagai pelopor. Namun, tim peneliti China mengklaim elektroda ciptaan mereka jauh lebih unggul 100 kali lebih fleksibel, serta lebih kecil dengan ukuran hanya seperlima hingga sepertujuh dari elektroda Neuralink.

Ukurannya yang sangat kecil diameter 26 mm dan ketebalan di bawah 6 mm membuatnya nyaris tak terasa oleh sel otak. Hal ini penting karena dapat mengurangi kerusakan jaringan otak saat ditanamkan.

Langkah berikutnya, tim akan menguji kemampuan pasien untuk mengendalikan lengan robotik guna melakukan tugas-tugas fisik seperti menggenggam dan memegang benda.

Uji coba ini dilakukan bersama Rumah Sakit Huashan dari Universitas Fudan. China menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang berhasil mencapai tahap uji klinis pada manusia untuk teknologi ini.

Jika pengembangan berjalan lancar, sistem BCI ini diperkirakan dapat mendapat izin edar dan masuk pasar mulai tahun 2028. Sejumlah startup lokal di China juga disebut tengah melakukan percobaan serupa, menandakan persaingan ketat dengan AS dalam bidang teknologi saraf masa depan.

Sumber: Global Time
Editor: Agusto Sulistio.

Mengapa Gudang Garam Hentikan Pembelian Tembakau Temanggung?