Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Israel akan melanjutkan gelombang serangan militer ke Iran dalam beberapa hari mendatang. Ia menegaskan seluruh target militer, termasuk lokasi strategis di Iran, akan menjadi sasaran berikutnya.
Menurut Netanyahu, serangan yang sudah dilancarkan telah berhasil menghambat program nuklir Iran, bahkan berpotensi memperlambatnya hingga bertahun-tahun. Namun, ia memperingatkan bahwa serangan yang lebih besar akan segera menyusul.
“Kami akan menyerang semua lokasi dan target rezim Ayatollah. Apa yang mereka alami sejauh ini belum seberapa dibandingkan dengan apa yang akan datang,” ujarnya dalam sebuah video yang dikutip dari Reuters, Sabtu (14/6).
Netanyahu juga menyebut bahwa militer Israel kini fokus menghancurkan kemampuan Iran dalam memproduksi rudal balistik. Ia menegaskan bahwa operasi ini bertujuan menggagalkan potensi ancaman nuklir dan rudal balistik dari Iran, bahkan membuka peluang untuk menggulingkan kekuasaan rezim di Teheran.
Israel telah melancarkan serangan besar pada Jumat (13/6), dengan menargetkan lebih dari 150 titik di Iran, termasuk fasilitas nuklir, pos militer, hingga ilmuwan nuklir. Jumlah korban tewas dari pihak Iran dikabarkan bertambah menjadi 80 orang, termasuk 9 ilmuwan nuklir, dan ratusan lainnya luka-luka.
Menanggapi serangan ini, Iran menyebut tindakan Israel sebagai “deklarasi perang” dan segera melakukan serangan balasan secara masif. Dalam serangan balasan tersebut, tiga warga Israel dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Netanyahu menutup pernyataannya dengan pesan yang penuh peringatan: “Masih banyak serangan yang akan menyusul. Seiring tercapainya tujuan kami, kami juga membuka jalan bagi rakyat Iran untuk meraih kebebasan.”
Ketegangan antara kedua negara pun kini mencapai titik kritis, memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi eskalasi lebih luas di kawasan Timur Tengah.